Sudah sejak zaman dahulu orang Jawa mempunyai tata aturan yang kuat, baik dalam hal kehidupan bermasyarakat dan aktivitas sehari-hari. Hal itu seperti yang terjadi di Pesarean Bibis makam Bupati Surabaya Raden Kromodjojodirono. Konon dahulu orang yang akan masuk ke lokasi pemakaman para bangsawan itu harus jalan jongkok dari pintu depan gapura utama.
Moh. Mahrus-Wartawan Radar Surabaya
Entah siapa yang memulai hal itu belum ada yang tahu pasti. Tapi semenjak masa kolonial Belanda, tradisi itu masih dijalankan oleh siapa saja yang masuk ke kawasan makam Bupati Surabaya yang ada di Jalan Stasiun Kota nomor 46 A Surabaya tersebut.
Salah satu penjaga makam Mujiono mengatakan, sejak awal adanya makam ini siapa saja yang masuk dahulu harus berjalan jongkok layaknya para abdi dalem kerajaan di tanah Jawa.
"Jadi dahulu menurut cerita sesepuh, orang yang datang kesini baik untuk berziarah atau untuk membersihkan makam harus jalan jongkok seperti para abdi dalem keraton," kata Mujiono kepada Radar Surabaya.
Mujiono menambahkan, hal itu dahulu dilaksanakan oleh para pengunjung makam. Baik keluarga ataupun masyarakat lainnya yang ingin berziarah. "Jadi mulai dari depan pinggir jalan itu para pengunjung atau orang yang akan masuk sini harus jalan jongkok. Dan itu berlangsung sampai pada masa pemerintahan Belanda," ungkapnya.
Tak hanya itu, Mujiono menuturkan bahwa konon hal itu dilakukan karena sebagai bentuk penghormatan kepada para bangsawan dan orang alim yang sudah wafat dan dimakamkan di kawasan tersebut. Selain ada peraturan jalan jongkok untuk masuk makam, di kawasan makam Pesarean Bibis ini pengunjung dilarang keras meminta-minta yang aneh-aneh dan berkata sombong atau tidak pantas.
"Untuk saat ini jalan jongkok sudah tidak dilakukan. Tapi kita tetap memegang adab berkunjung ke makam. Selain itu, disini pengunjung tidak boleh minta hal-hal yang aneh-aneh," lanjutnya.
Dikatakan oleh Mujiono, dahulu sempat ada orang yang datang ke makam Bupati Surabaya dan meminta aneh-aneh di area makam. Tak lama kemudian orang tersebut mengalami sakit setelah pulang. Tak hanya itu saat pemugaran makam berlangsung dahulu ada seorang tukang yang berkata kurang sopan saat menebang pohon kamboja. Dan dalam hitungan menit tukang tersebut langsung jatuh sakit di lokasi makam. Kemudian besoknya langsung meninggal dunia.
"Jadi disini kan makam para orang alim dan para kiai juga, jadi kita sebagai orang Islam harus mengikuti bagaimana adab masuk ke pemakaman. Jangan sampai kita terlalu sombong dan tidak sopan," tandasnya. (bersambung)
Editor : Administrator