Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Produk Berbasis Propolis Punya Potensi Besar, Namun Tetap Harus Didukung Data Klinis yang Kuat

Nofilawati Anisa • Senin, 9 Maret 2026 | 15:03 WIB

FOKUS: Suasana seminar kesehatan nasional bertajuk Beyond The Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix.
FOKUS: Suasana seminar kesehatan nasional bertajuk Beyond The Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix.

RADAR SURABAYA - HDI menyelenggarakan seminar kesehatan nasional bertajuk Beyond The Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix.

Seminar ini menjadi momentum penting dalam publikasi hasil penelitian klinis ke-25 HDI Propoelix yang dilakukan di salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penelitian tersebut berawal dari program dukungan kesehatan HDI pada tahun 2025.

Dimana produk HDI Propoelix didonasikan kepada tenaga kesehatan garda terdepan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi kemitraan ilmiah serta evaluasi klinis berbasis rumah sakit.

Tiga perspektif ilmiah dalam satu forum seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan klinisi, yakni Dr. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng., akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia.

Lalu, dr. Ivan Hoesada, M.Biomed dari HIDUP Expert Panel, serta dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo Magelang sekaligus peneliti utama HDI Propoelix.

Dalam forum ilmiah ini dibahas perspektif sains dasar mengenai propolis, perjalanan riset dari tahap eksperimental hingga uji klinis berbasis rumah sakit, serta implikasinya dalam praktik medis.

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat pemanfaatan bahan alam termasuk propolis, dalam kerangka evidence-based medicine dan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dr. Muhamad Sahlan., S. Si., M.Eng. mengatakan, propolis merupakan salah satu bahan alam yang memiliki kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi.

Tantangannya adalah bagaimana memastikan standardisasi dan pembuktian ilmiahnya agar dapat diterima dalam praktik medis modern.

“Upaya seperti yang dilakukan HDI menjadi penting untuk menjembatani sains dasar dengan aplikasi klinis," ujar Dr. Sahlan.

Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan bahan alam dalam kerangka evidence-based medicine, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi layanan kesehatan di Indonesia.

Dokter (dr). Ivan Hoesada, M.Biomed dari HIDUP Expert Panel mengungkapkan, dalam praktik klinis, pendekatan berbasis evidence menjadi sangat krusial.

“Produk berbasis dua bahan alam seperti propolis memiliki potensi besar, namun tetap harus didukung oleh data klinis yang kuat agar dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai terapi komplementer," kata dr. Ivan.

Melalui seminar ini, HDI berharap kontribusi penelitian yang dilakukan bersama RS Vertikal Kemenkes RI dapat memperkaya literatur ilmiah nasional.

Serta memperkuat ekosistem riset kesehatan berbasis bahan alam di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan di RS Soerojo Magelang melibatkan pasien dewasa dengan kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi.

Studi ini dipimpin oleh dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo.

Ia menjelaskan jika hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix dalam pengawasan medis, memberikan adanya potensi manfaat propolis dalam mendukung keseimbangan sistem imun dan parameter metabolik tertentu. Terutama pada pasien dengan kondisi metabolik.

“Yang terpenting, seluruh intervensi dilakukan dalam pengawasan medis dengan hasil keamanan yang baik," jelasnya.

Publikasi ini menandai langkah penting dalam perjalanan HDI sebagai perusahaan kesehatan berbasis penelitian.

Sekaligus memperlihatkan bagaimana inisiatif sosial berupa donasi produk dapat berkembang menjadi kontribusi ilmiah yang berdampak. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pelayanan kesehatan #RS Vertikal Kemenkes #bahan alami #kementerian kesehatan #tenaga kesehatan #HDI #propolis