RADAR SURABAYA – Lebih dari 600 isu strategis di Jawa Timur menjadi fokus riset kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui program JATIM MELAJU 2026.
Sinergi ini digagas untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis inovasi dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Sosialisasi panduan riset kolaborasi antar-PTN se-Jawa Timur digelar di Ruang Sidang Senat Lantai 1 Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (3/3).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan 15 PTN yang tergabung dalam Forum Paguyuban Rektor Jawa Timur.
Sinergi Akademik untuk Solusi Komprehensif
Rektor ITS, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Kekuatan akademik yang tersebar di berbagai perguruan tinggi perlu disinergikan agar menghasilkan solusi yang komprehensif.
Kolaborasi ini harus melahirkan solusi konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu dihilirisasi menjadi inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata.
BRIDA: Riset Harus Jawab 600 Persoalan Daerah
Perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Andriyanto, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi telah menginventarisasi lebih dari 600 isu strategis di berbagai perangkat daerah.
“Riset yang dilakukan jangan sampai menjadi gimik. Hasilnya harus benar-benar menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Isu-isu tersebut mencakup sektor kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan dasar, energi baru dan terbarukan, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.
Skema JATIM MELAJU dan Pendekatan Pentahelix
Program JATIM MELAJU mengusung strategi kemitraan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media.
Dalam sosialisasi tersebut dipaparkan mekanisme pengusulan proposal, skema pendanaan, sistem evaluasi, hingga strategi hilirisasi riset. Tujuannya agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan sebagai kebijakan atau program pembangunan.
Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi riset menjadi solusi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dukung Pencapaian SDGs
Program kolaborasi riset PTN se-Jawa Timur ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
Poin 1: Tanpa Kemiskinan
Poin 2: Tanpa Kelaparan
Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Poin 12: Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan
Poin 14: Ekosistem Laut dan Lingkungan
Dengan sinergi riset yang terstruktur dan terintegrasi, PTN se-Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi daerah sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah.(rmt)