RADAR SURABAYA - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali mengklaim kondisi Jembatan Suramadu masih aman dilalui oleh pengendara.
Kepala Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu BBPJN, Suparyanto, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pengecekan dan verifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan hilangnya baut maupun kerusakan pada jembatan.
Menurutnya, informasi yang beredar perlu diklarifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kepastian terkait bagian baut mana yang disebut hilang sebagaimana kabar yang beredar.
“Masih dalam proses dari satker. Kami pastikan kondisi jembatan aman. Terkait baut yang disebut hilang, perlu diklarifikasi dulu, baut yang mana. Selama ini belum ada yang dinyatakan hilang secara pasti,” ujar Suparyanto, Rabu (18/2).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi struktur jembatan. Proses pemeriksaan tersebut masih berlangsung sehingga belum semua hasil dapat disampaikan secara detail kepada publik.
Suparyanto mengakui, munculnya kabar kerusakan maupun hilangnya baut berpotensi menjadi penggiringan opini jika tidak disertai data yang jelas. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi dari petugas di lapangan.
Meski demikian, ia memastikan kondisi Jembatan Suramadu tetap aman dilalui kendaraan. Beberapa bagian jembatan yang memerlukan perawatan rutin juga telah mendapatkan penanganan.
Salah satu pekerjaan yang telah dilakukan adalah perbaikan pada bagian expansion joint atau sambungan antarbalok jembatan. Komponen tersebut, menurutnya, merupakan bagian yang memang memerlukan pemeliharaan berkala karena berfungsi menyesuaikan pergerakan struktur jembatan.
“Expansion joint atau sambungan antarbalok memang selalu ada besi di dalamnya. Bagian itu sudah kita ganti dan perbaiki. Secara umum aman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Jembatan Suramadu sejak awal telah dirancang dengan usia teknis panjang dan dilengkapi sistem pemeliharaan rutin sejak mulai beroperasi pada 2009. Pemeliharaan berkala terus dilakukan untuk memastikan struktur jembatan tetap dalam kondisi optimal.
“Pemeliharaan sudah dilakukan sejak jembatan beroperasi tahun 2009. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, kondisi jembatan dipastikan aman,” tegas Suparyanto.
Pihak satker masih akan melanjutkan proses pengecekan dan pendataan di lapangan. Hasil lengkap pemeriksaan akan disampaikan setelah seluruh verifikasi selesai dilakukan. (mus/gun)
Editor : Lambertus Hurek