Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Khoirul Anam, Satpam Yang Meraih Rekor MURI Karena Catatkan Karya Ilmiah Terbanyak

Nurista Purnamasari • Jumat, 6 Februari 2026 | 21:47 WIB

 

Profesi satpam tak menghalangi Khoirul Anam, untuk menulis karya ilmiah hingga meraih rekor MURI.
Profesi satpam tak menghalangi Khoirul Anam, untuk menulis karya ilmiah hingga meraih rekor MURI.

RADAR SURABAYA - Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Khoirul Anam, 28, seorang satpam yang mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ia dianugerahi rekor sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di kalangan profesi pengamanan.

Khoirul Anam, yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia akademik.

Di sela kesibukannya, ia aktif menulis berbagai karya ilmiah yang membahas isu sosial, keamanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Jumlah karya yang dihasilkan Anam melampaui pencapaian individu lain dengan profesi serupa, sehingga MURI menobatkannya sebagai pemegang rekor.

Dalam keterangannya, Anam menyampaikan bahwa motivasi menulis lahir dari keinginan untuk menginspirasi rekan-rekan satpam agar terus belajar dan berkembang.

“Saya ingin membuktikan bahwa satpam juga bisa berkarya, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga berkontribusi dalam ilmu pengetahuan,” ujarnya usai menerima penghargaan.

Penghargaan ini sekaligus mengubah persepsi masyarakat terhadap profesi satpam. Dengan karya ilmiah yang dihasilkan, Anam membuktikan bahwa keterbatasan waktu dan kesibukan bukanlah penghalang untuk terus berkarya.

Di balik kesigapannya menjaga pintu bank, Anam mampu meraih tiga gelar sekaligus, yang pertama S1 Manajemen di Universitas Pamulang, S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum, Lampung Tengah serta Magister Managemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Menjalani kuliah sambil bekerja sebagai satpam bukanlah pilihan yang ringan. Waktu menjadi sesuatu yang harus dinegosiasikan setiap hari.

Anam kerap berada di persimpangan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab akademik. Ia mengakui, tantangan terbesarnya adalah mengatur waktu, bahkan jika itu berarti mengorbankan jam tidur.

 

“Kesulitannya di pengelolaan waktu. Kadang kita harus mengurangi waktu istirahat untuk menyelesaikan penelitian,” ujarnya.

Ia berharap pencapaiannya dapat memotivasi banyak orang, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal, untuk tidak berhenti belajar. Prestasi Khoirul Anam menjadi tonggak penting dalam sejarah profesi satpam di Indonesia. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#satpam #akademik #karya ilmiah #rekor muri