RADAR SURABAYA - Petualangan Persebata Lembata di Liga Nusantara musim ini resmi berakhir. Tim berjuluk Sembur Paus asal Nusa Tenggara Timur itu harus mengakui keunggulan Persikutum Kutai Timur dengan skor 0-2 dalam laga playoff degradasi yang digelar di Lapangan UNS Solo, Senin sore, 2 Februari 2026.
Sempat diunggulkan saat tampil di babak penyisihan Grup D di Surabaya, Persebata justru tampil antiklimaks di laga penentuan. Persikutum tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persebata.
Gol pembuka Persikutum lahir dari titik penalti setelah pemain belakang Persebata melakukan pelanggaran di area terlarang. Eksekusi penalti tersebut sukses dikonversi menjadi gol dan membuat Persebata harus bermain dalam tekanan.
Upaya Persebata untuk bangkit tak membuahkan hasil. Bahkan, Persikutum memastikan kemenangan lewat gol kedua pada menit ke-91. Gol di masa injury time itu sekaligus memupus harapan Persebata untuk membalas, mengingat sisa waktu pertandingan yang sangat tipis.
Sepanjang 20 menit awal laga, Persebata Lembata mengalami kesulitan mengembangkan permainan. Setelah itu, mereka mulai menemukan ritme dan sempat tampil dominan dalam beberapa momen, meski masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi.
Lini tengah Persebata tampil kurang menonjol sepanjang babak pertama. Banyak kehilangan bola terjadi akibat pengambilan keputusan yang terburu-buru. Variasi serangan nyaris tidak terlihat, begitu pula upaya mendominasi permainan. Absennya umpan terobosan membuat aliran bola kerap terputus.
Minimnya konektivitas antarpemain membuat lini tengah perlu mendapat perhatian khusus. Tidak ada pemain yang mampu mengatur tempo maupun memberi warna permainan di paruh pertama laga.
Di lini depan, para penyerang Persebata juga kerap tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Sejumlah momentum serangan terbuang sia-sia akibat kesalahan passing dan umpan yang tidak terarah.
Persebata patut berterima kasih kepada Jordy yang tampil gemilang di bawah mistar gawang. Penjaga gawang tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan krusial dan menjaga timnya tidak kebobolan lebih banyak.
Di sisi lain, Persikutum Kutai Timur tampil lebih efektif dalam membangun serangan. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang merepotkan pertahanan Persebata dan akhirnya memastikan kemenangan penting untuk bertahan di Liga Nusantara. (*)
Editor : Lambertus Hurek