RADAR SURABAYA - Kondisi memprihatinkan warga RT 20/RW 05 Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, itu mengetuk perhatian Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana.
Orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo tersebut turun langsung menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis di Balai Desa Sidorejo, Kamis (15/1) siang.
Berbulan-bulan lamanya, Suwarno, 65, tak lagi bisa tidur nyenyak di rumahnya sendiri. Atap kamar yang ambruk akibat kayu lapuk membuat air hujan bebas masuk setiap kali cuaca buruk. Demi keselamatan, kakek itu terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah anaknya.
Karena tingkat kerusakan tergolong parah, Wabup Mimik memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan agar rumah Suwarno kembali aman dan layak ditempati.
“Hari ini kita serahkan bantuan RTLH,” ujar Mimik Idayana.
Ia menegaskan, warga yang mendapati rumahnya tidak layak huni diminta segera melapor melalui RT, RW, hingga pemerintah desa. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk sesuai ketentuan.
“Kalau ada rumah warga yang tidak layak, segera dilaporkan. Difoto, sertakan alamatnya. Insyaallah pemerintah siap membantu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga mensosialisasikan program pinjaman modal usaha bagi pelaku UMKM tanpa jaminan, dengan nominal Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
“Cukup KTP Sidoarjo dan usaha yang jelas. Manfaatkan program ini, jangan sampai warga masih terjerat pinjaman berbunga tinggi. Pemerintah sudah hadir untuk membantu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo Hery Sucipto Achmadi menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakil Bupati Sidoarjo terhadap warganya.
“Terima kasih atas kedatangan Ibu Wabup. Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat Desa Sidorejo dapat tertampung dan direalisasikan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu warganya yang menempati rumah tidak layak huni kini telah mendapat bantuan renovasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga kami,” imbuhnya.
Di sisi lain, Suwarno tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku atap rumahnya di bagian kamar tengah sudah lama ambruk karena kayu penyangga yang rapuh, sehingga terpaksa tidur di rumah anaknya.
“Matursuwun (terimakasih), Bu Wabup, sampun merhatosaken nasibe wong cilik (sudah memperhatikan nasib rakyat kecil). Sekarang rumah saya mau diperbaiki,” tandasnya
Sebagai informasi, Suwarno merupakan keluarga prasejahtera tanpa penghasilan tetap. Selama ini, ia bertahan hidup dengan mengais barang bekas sebagai pemulung. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista