Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor Bahas Strategi Pendidikan

Lambertus Hurek • Kamis, 15 Januari 2026 | 13:38 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat awal tahun dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat awal tahun dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

RADAR SURABAYA - Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam sebuah forum diskusi strategis sektor pendidikan. Pertemuan tersebut digelar Kamis di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).

Agenda bertajuk Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 itu menjadi ruang bertukar pandangan antara Presiden dan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Diskusi difokuskan pada arah kebijakan pendidikan nasional ke depan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Presiden, kata dia, ingin menyampaikan pandangan terkini terkait kondisi nasional, dinamika geopolitik global, serta rencana besar pembangunan yang akan dijalankan.

Prasetyo menjelaskan, pertemuan ini juga menjadi bagian dari komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa. Kali ini, fokus diarahkan kepada kalangan pendidikan tinggi, mulai dari rektor hingga guru besar, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam sepekan terakhir, Presiden Prabowo disebut memberi perhatian khusus pada penguatan sektor pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.

Terkait substansi pembahasan, Prasetyo menyebut diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi. Salah satunya mengenai percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter yang hingga kini masih mengalami kekurangan signifikan.

“Berdasarkan data, kita masih kekurangan dokter hampir di atas 100 ribu orang,” ujar Prasetyo, seraya menyebut pembahasan tersebut telah lebih dulu dimulai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Selain soal tenaga kesehatan, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas perguruan tinggi. Aspek yang disoroti meliputi kualitas sumber daya dosen, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga keberlanjutan pembiayaan operasional kampus.

Pemerintah, lanjut Prasetyo, berupaya mendorong perguruan tinggi agar terus berkembang dan berkualitas. Namun, peningkatan tersebut diharapkan tidak menimbulkan beban pembiayaan yang berat bagi masyarakat maupun mahasiswa.

“Sedang kami hitung bagaimana universitas-universitas ini bisa maju dan berkualitas tanpa memberatkan dari sisi pembiayaan,” katanya.

Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan nasional. Langkah tersebut diarahkan untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#strategi pendidikan #Prabowo Subianto #Mensesneg Prasetyo Hadi #Presiden Prabowo