RADAR SURABAYA – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung punya banyak persoalan mendasar. Salah satunya tingginya biaya politik dan potensi kecurangan yang tinggi.
Menurut dia, PKB mendukung agar pilkada dapat diselenggarakan melalui DPRD. “Sikap PKB soal pilkada dipilih oleh DPRD sejak saat pemerintahan Pak SBY dan, bahkan, sudah berhasil dijadikan UU. Alasannya sederhana: biaya mahal dan penuh kecurangan. Aparatur juga belum banyak yang bisa netral,” kata Cak Imin di Jakarta, Jumat (2/1).
Ia menegaskan, sejak awal PKB telah berpandangan bahwa pilkada tidak langsung melalui DPRD lebih rasional dalam konteks efektivitas anggaran dan stabilitas pemerintahan daerah.
Menurut dia, kebijakan pilkada melalui DPRD sempat memiliki dasar hukum yang kuat sebelum akhirnya dianulir oleh kebijakan pemerintah berikutnya. “Sayangnya kemudian dibatalkan oleh Perpu,” ujar Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin menilai hasil dari pilkada langsung juga belum sepenuhnya sesuai harapan. Ia menyebut banyak kepala daerah yang terpilih justru tidak memiliki kemandirian dan kekuatan kepemimpinan yang memadai.
“Produk pilkada langsung tidak banyak menghasilkan kepala daerah yang kuat dan mandiri,” imbuhnya.
Wacana pilkada lewat DPRD menguat setelah pertemuan Cak Imin dengan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kediaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, pada Senin (29/12).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia mengakui, salah satu isu yang turut dibahas adalah wacana pilkada oleh DPRD.
“Mungkin ada masalah politik juga yang ikut terbahas. Mungkin saja (soal pilkada). Waktunya cukup lama jadi bisa bahas apa saja,” ungkap Sarmuji.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan agenda silaturahmi akhir tahun antar tokoh politik nasional. “Itu pertemuan silaturahmi akhir tahun. Namanya silaturahmi pasti banyak hal yang dibahas sebagai bahan pembicaraan,” pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek