RADAR SURABAYA – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemain utama dalam membangun perdamaian dunia.
Dengan populasi Muslim terbesar dan tradisi Islam moderat yang kuat, Indonesia disebut memiliki modal strategis untuk menawarkan model peradaban yang damai di tengah ketegangan geopolitik global.
Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum tepat bagi Indonesia untuk menguatkan posisi sebagai pusat diplomasi Islam Nusantara.
“Kita memiliki modal sosial dan kultural yang luar biasa. Islam Indonesia menawarkan wajah peradaban yang sejuk, yang mengedepankan harmoni dan menolak kekerasan,” ujarnya, Senin (24/11).
Menurutnya, Indonesia harus mendorong konsolidasi kekuatan intelektual dan diplomatik agar nilai-nilai luhur Islam Nusantara dapat menjadi rujukan dunia dalam membangun masa depan yang lebih damai.
Tradisi pesantren, budaya dialog, dan prinsip nirkekerasan menjadi fondasi yang dapat ditawarkan Indonesia ke komunitas internasional.
Prof. Muzakki menambahkan bahwa kehadiran tokoh bangsa dan pakar internasional dalam berbagai forum menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor.
Sinergi antara pemerintah, ulama, dan akademisi disebut penting untuk merumuskan strategi diplomasi Islam Indonesia yang lebih terarah.
Inisiatif ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan global akan pendekatan penyelesaian konflik yang lebih manusiawi.
Narasi Islam Nusantara diharapkan mampu menjembatani dialog global, terutama pada era pascakonflik yang memerlukan rekonsiliasi dan pembangunan kembali kepercayaan.
“Upaya ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah Indonesia dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan dan perdamaian di forum internasional, berbasis pada kekayaan tradisi Islam Nusantara,” tutup Prof. Muzakki.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan