RADAR SURABAYA - Hujan merata yang mengguyur seluruh wilayah Surabaya pada Rabu (5/11) siang hingga sore menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Ditambah dengan adanya pasang air laut (banjir rob) akibat fenomena supermoon yang diprediksi hingga 9 November mendatang.
Koordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa hujan saat ini sudah mulai merata di Surabaya dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan biasanya turun pada siang hingga malam hari.
"Sekarang hujan di Surabaya sudah merata karena masa peralihan hingga nanti puncaknya Januari," ujar Ady, Kamis (6/11). Ia menambahkan, pasang air laut yang disebabkan oleh supermoon salah satu menyebabkan kondisi banjir di beberapa wilayah Surabaya.
Baca Juga: Temukan Empat Sajam, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Jalan Pogot Surabaya
"Apalagi dibarengi dengan adanya pasang air banjir rob yang disebabkan adanya supermoon hingga 9 November mendatang ditambah kondisi hujan ditambah debit air. Otomatis tidak secara bebas menuju ke laut karena ada hambatan. Sehingga menyebabkan banjir di beberapa tempat di Surabaya," jelasnya.
Ady juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini. "Pancaroba intensitas guntur dan petir juga lumayan. Dipengaruhi awan cumulonimbus (CB) menyebabkan angin kencang," tuturnya.
Ady menyebut kecepatan 15-30 knot dan bisa lebih jika dipengaruhi oleh awan CB. Sedangkan kondisi suhu masih dalam ambang klimatologis dan kelembaban lebih dari 60 persen, dengan suhu berkisar antara 31-32 derajat celcius.
"Meskipun hujan tapi pada masa peralihan ini juga suhu udara juga masih agak panas berkisar 31-32. Mangkanya agak gerah kalau siang," jelas Ady.
Baca Juga: Tancap Gas, PGN Mulai Bangun Titik Injeksi Biomethane di Pagardewa
Menghadapi musim penghujan ini, Ady mengimbau masyarakat untuk membersihkan drainase dan memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang. "Memasuki musim penghujan membersikan drainase karena penyebab utama sumbatan sehingga air tidak mengalir. Juga melakukan perantingan untuk antisipasi pohon roboh disebabkan angin kencang," imbaunya.
Sementara itu, kondisi di pesisir Selat Madura relatif aman dengan kecepatan angin di bawah 10 knot. Namun, Ady tetap mengingatkan untuk waspada terhadap potensi pembentukan awan CB. (*)
Editor : Lambertus Hurek