Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Perintahkan Pemeriksaan Kekuatan Bangunan Pondok Pesantren setelah Insiden Ambruk Musala Ponpes Al Khoziny

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 6 Oktober 2025 | 12:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang diikuti oleh sejumlah menteri dan kepala badan di kediaman pribadi Presiden, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang diikuti oleh sejumlah menteri dan kepala badan di kediaman pribadi Presiden, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/10/2025).

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk melakukan pengecekan struktur dan kekuatan bangunan di pondok pesantren seluruh Indonesia.

Langkah ini sebagai upaya mencegah kejadian serupa yang menimpa musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk pekan lalu.

Perintah Langsung dari Presiden kepada Menteri Muhaimin

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa perintah tersebut diberikan secara langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (5/10) malam.

Ia menambahkan, Presiden menegaskan pentingnya evaluasi dan perbaikan struktur pondok pesantren guna memastikan keselamatan seluruh santri dan pengelola pondok.

Evaluasi dan Bantuan untuk Pondok Pesantren

Dalam pernyataannya, Teddy menjelaskan Presiden memerintahkan agar jajaran kementerian terkait melakukan pengecekan kekuatan struktur bangunan pondok pesantren secara menyeluruh.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya membantu pondok pesantren dalam proses renovasi dan pengembangan infrastruktur, serta memperhatikan ketat proses pembangunan dan renovasi gedung agar tidak terjadi insiden serupa.

Atensi Khusus dari Presiden terhadap Keamanan Pesantren

Selain itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memantau terus kondisi pondok pesantren dan menyatakan akan ada evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan pesantren terkait aspek keamanan dan keselamatan.

Ia menambahkan, target utama adalah pendataan semua pondok pesantren agar kondisi bangunan dan infrastrukturnya aman dan layak digunakan.

Tragedi Ambruk Musala Al Khoziny 

Insiden tragis tersebut terjadi pada Senin (29/9) pekan lalu di musala Pondok Pesantren Al Khoziny, yang ambruk saat dalam proses renovasi lantai tiga.

Kejadian ini menyebabkan ratusan santri yang tengah melaksanakan shalat berjamaah tertimpa reruntuhan dan terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Evakuasi yang melibatkan lebih dari 400 petugas SAR berlangsung sulit karena ukuran puing yang besar dan risiko ambruk susulan.

Jumlah Korban dan Upaya Penanganan

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menyatakan hingga Minggu (5/10), jumlah korban meninggal dunia akibat insiden itu mencapai 36 orang.

Ia juga memperkirakan masih ada 27 santri yang terjebak di bawah reruntuhan. Sementara itu, Basarnas Surabaya melaporkan, hingga Sabtu (4/10), jumlah korban selamat meningkat menjadi 104 orang setelah satu santri yang sebelumnya hilang ditemukan dalam kondisi selamat.

Kejadian ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, yang berkomitmen melakukan evaluasi mendalam dan pembenahan struktur bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil demi menjamin keamanan santri dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Pemerintah dan pihak pondok pesantren diharapkan bekerja sama memperhatikan proses renovasi dan pembangunan secara ketat guna memastikan keselamatan semua pihak.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Ponpes Al Khoziny #Muhaimin Iskandar #presiden prabowo subianto