Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Serasa Negeri Sakura, DLH Siapkan Satgas Atasi Rontokan Tabebuya

Dimas Mahendra • Kamis, 11 September 2025 | 23:47 WIB
Bunga tabebuya bermekaran di kawasan MERR Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Bunga tabebuya bermekaran di kawasan MERR Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

 RADAR SURABAYA - Mekarnya bunga tabebuya di berbagai ruas jalan protokol Kota Surabaya tengah menjadi perhatian publik. Warna-warni kelopak yang bermekaran membawa nuansa layaknya musim semi di negeri sakura, Jepang.

Meski demikian, di balik keindahan itu, guguran bunga tabebuya menimbulkan sampah organik yang bisa mengurangi estetika kota jika tidak segera ditangani. Sebab, bunga tanaman hias itu memang sangat mudah gugur. Apalagi saat angin kencang seperti beberapa hari terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memastikan sudah menyiapkan langkah antisipasi. Kepala Bidang Kebersihan DLH Surabaya Rokim mengatakan, pihaknya menurunkan satgas tambahan serta memperkuat tim road sweeper untuk membersihkan rontokan tabebuya.

“Tabebuya berbunga memang hanya 3–4 hari, tapi rontokannya sangat banyak. Kami sudah menambah petugas dari jalan sirip dan juga tim road sweeper yang disebar di seluruh kota,” kata Rokim.

Petugas tambahan tersebut dibagi dalam lima rayon, meliputi wilayah utara, selatan, barat, timur, dan pusat. Mereka ditempatkan di titik-titik padat tabebuya seperti Jalan Dr Ir Soekarno alias MERR, Ahmad Yani, HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Kedung Cowek, hingga kawasan Margomulyo.

Menurut Rokim, satgas tambahan akan memperkuat kinerja pasukan kuning yang sehari-hari bertugas menyapu jalan. Misalnya, di Frontage Road barat Jalan Ahmad Yani, yang biasanya dijaga delapan petugas resmi, kini dibantu tenaga tambahan dari ruas jalan sekitar seperti Dukuh Menanggal dan Jetis.

“Dengan penambahan satgas ini, kami ingin masyarakat tetap bisa menikmati keindahan tabebuya tanpa harus terganggu tumpukan gugurannya di jalanan,” imbuhnya.

Rokim menargetkan, pembersihan intensif ini mampu menjaga wajah kota tetap rapi dan asri sepanjang musim tabebuya berbunga. “Intinya, keindahan bunga tabebuya harus tetap bisa dinikmati warga,” pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#Bunga Tabebuya #tabebuya surabaya #sampah organik #sampah surabaya #DLH Surabaya