Makassar - Seorang pengemudi ojek online bernama Rusdamdiansyah, 25, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (29/8) malam di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, saat korban dituding sebagai intel yang menyamar untuk memicu kerusuhan dan menculik pendemo.
Rusdamdiansyah sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia pada Sabtu (30/8).
Plt Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengonfirmasi kabar tersebut.
"Betul, yang bersangkutan meninggal tadi," ujarnya pada Sabtu (30/8).
Pengeroyokan bermula ketika korban berada di tengah kerumunan aksi. Beberapa massa menuduhnya sebagai aparat intelijen yang menyamar. Tuduhan itu memicu kejar-kejaran hingga korban dikeroyok beramai-ramai. Ia kemudian dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Dikira intel, tapi yang jelas informasi yang kami terima itu, yang bersangkutan ini dikeroyok oleh massa saat kerusuhan di Jalan Urip," tambah Fadli Tahar.
Insiden tragis ini menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi isu liar di tengah aksi massa. Fokus pada tujuan utama demonstrasi, tanpa diwarnai kekerasan, dinilai menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang. (bil/ris/fir)
Editor : M Firman Syah