Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menjelang Rilis, Film Animasi "Merah Putih One For All" Dikecam karena Kualitas Visual

Muhammad Firman Syah • Senin, 11 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Animasi Merah Putih One For All menuai kecaman publik melalui media sosial
Animasi Merah Putih One For All menuai kecaman publik melalui media sosial

Jakarta - Film animasi Merah Putih One For All yang dijadwalkan tayang (14/8) untuk memeriahkan HUT ke-80 RI, menuai kritik tajam di media sosial. Trailer yang dirilis dinilai warganet memiliki kualitas grafis di bawah ekspektasi, bahkan disamakan dengan proyek setengah matang yang dipaksakan rilis.

Produser Toto Soegriwo mengungkap melalui Instagram bahwa produksi film ini menelan biaya sekitar Rp 6,7 miliar. Pernyataan tersebut memicu sorotan publik, yang menilai hasil visual kaku dan minim detail tidak sepadan dengan anggaran. Sejumlah komentar bahkan membandingkan kualitasnya dengan gim lawas atau tugas animasi pelajar.

Kontroversi memuncak setelah YouTuber Yono Jambul menemukan penggunaan aset stok dari platform Daz3D, termasuk latar Street of Mumbai yang disebut dibeli seharga sekitar 43,50 dolar Amerika (Rp 700 ribu) per item. Temuan ini memicu kekecewaan, mengingat film bertema nasionalisme tersebut justru mengandalkan aset impor murah.

Perbandingan dengan karya animasi lain pun bermunculan. Film Jumbo yang sukses memecahkan rekor penonton dinilai unggul jauh secara visual. Sementara itu, serial anime Demon Slayer disebut menghabiskan biaya produksi sekitar Rp 1,8 miliar per episode, namun dengan kualitas grafis jauh lebih memukau.

Toto mengakui pengerjaan Merah Putih: One For All rampung dalam waktu kurang dari sebulan demi mengejar momen kemerdekaan. Publik juga mempertanyakan kredibilitas studio produksi Perfiki Kreasindo, karena situs resminya tidak dapat diakses dan menampilkan pesan error "403 Forbidden" atau "404 Not Found".

Menanggapi kritik, Toto memberi komentar singkat di Instagram.

Ia tidak membantah atau membenarkan isu penggunaan aset stok, hanya menulis, "Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang ambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral."

Film ini mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah yang tergabung dalam "Tim Merah Putih" untuk menjaga bendera pusaka menjelang upacara 17 Agustus. Bendera itu hilang tiga hari sebelum acara, memaksa tim lintas budaya ini bersatu menjalankan misi penyelamatan. Disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, produksi Perfiki Kreasindo ini mendapat dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif. (dwi/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#kualitas #produksi #Merah Putih One for All #animasi #visual #Grafis