RADAR SURABAYA – Keputusan Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman untuk mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan terus menuai perhatian publik.
Respons tak terduga justru muncul dari Sunhaji, penjual es teh yang menjadi akar kontroversi yang akhirnya membuat Miftah mengundurkan diri.
Dalam sebuah video yang kini viral di media sosial, Sunhaji terlihat menangis sambil menyampaikan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menolak pengunduran diri Gus Miftah.
Video tersebut tersebar luas di berbagai platform, termasuk akun Instagram @folkshitt yang sampai saat ini mendapat lebih dari 29 ribu suka (like).
Sunhaji mengaku dirinya sudah memaafkan Miftah atas perlakuannya yang mengolok-olok dirinya dalam sebuah tabligh akbar di Magelang, beberapa waktu lalu.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Miftah sudah saling memaafkan sehingga tidak ada lagi masalah di antara mereka. Untuk itu, ia sangat menyayangkan keputusan Miftah untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan presiden tersebut.
“Saya Sunhaji. Saya menyayangkan keputusan Gus Miftah untuk mundur dari kabinet. Saya sudah memaafkan dan saling memaafkan. Saya mohon kepada Bapak Prabowo agar menolak pengunduran diri Gus Miftah,” ujar Sunhaji dalam video itu dengan diiringi isak tangis.
Permohonan Sunhaji melalui video tersebut menjadi bahan perbincangan hangat warganet. Banyak yang merasa bahwa ekspresi Sunhaji terlihat tidak alami, bahkan ada yang menduga ia sedang membaca teks atau berada di bawah tekanan. Tangisannya yang terkesan dibuat-buat pun menambah kecurigaan.
"ko jdi dramatis, di itimidasi siapa pak?," ujar akun @p***.
"Apakah pak Sunhaji ini mendapat tekanan??? Karena keliatan bgt baca, dan tangisannya seperti dibuat-buat yailaaah," tulis akun @i***.
"Siapa yang nyuruh si pak? Udah dah bapak buka usaha aja sekarang gak usah mikirin si miftah," ujar akun @a*** menambahkan.
Sebelumnya, Gus Miftah secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya di depan para santri dan jamaahnya. Dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses istikharah dan pertimbangan mendalam.
Gus Miftah menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan karena tekanan pihak manapun, tetapi sebagai wujud rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab kepada Presiden Prabowo dan masyarakat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya mengumumkan keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam, setelah berdoa, bermuhasabah, dan istiqoroh. Saya memutuskan untuk mundur sebagai Utusan Khusus Presiden,” ujar Gus Miftah.
“Keputusan ini saya ambil karena rasa cinta hormat dan tanggung jawab saya yang mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Editor : Jay Wijayanto