RADAR SURABAYA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini memuji kemampuan bahasa Inggris Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dinilainya sangat fasih dan mengesankan. Trump menyatakan bahwa kemampuan bahasa Inggris Prabowo sangat luar biasa.
Kualitas bahasa Inggris Prabowo yang tak berbeda jauh dengan penutur asli tak mengherankan mengingat latar belakangnya yang tumbuh di London, Inggris. Sejak remaja, Prabowo tinggal di London bersama keluarganya.
Dalam keluarga Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-hari, karena kebanyakan anggota keluarga berbicara dalam bahasa tersebut. Lingkungan sosial yang kental dengan budaya Inggris menjadikan Prabowo dan saudaranya, Hasjim, sering kesulitan berbahasa Indonesia pada masa itu, karena semua teman sekelas mereka adalah penutur asli bahasa Inggris.
Kutipan berikut ini menggambarkan kehidupan keluarga Sumitro yang penuh warna di London, seperti yang diceritakan oleh wartawan senior Threes Nio dalam bukunya:
"Kriiiiingng....
'Can I speak with Prabowo, please?'
'Who speaking here?'
'Jane.'
Demikianlah telepon di rumah keluarga Dr. Soemitro yang sering berdering. Banyak telepon itu berasal dari gadis-gadis cilik Inggris yang ingin berbicara dengan Prabowo, nama lengkapnya Prabowo Subianto.
Anak ketiga Dr. Soemitro ini memang sering menjadi sasaran perhatian karena parasnya yang menarik. Kali ini, Jane yang ingin berbicara. Beberapa menit kemudian, giliran Margareth, lalu Rose.
Namun, Prabowo yang baru berusia 15 tahun dan belum tertarik dengan urusan percintaan seringkali membentak mereka agar tidak mengganggunya. "I’ve told you many times not to call me at home!" katanya.
Ini menunjukkan betapa kehidupan remaja Prabowo di London dipenuhi interaksi sosial dengan gadis-gadis cilik tersebut, meskipun ia lebih memilih fokus pada pendidikannya.
Prabowo sudah beberapa tahun menetap di London bersama ibunya, Ny. Dora Sumitro, kakaknya Maryani Ekowati, dan adiknya Hasyim Suyono. Kehidupan mereka jauh lebih nyaman dibandingkan dengan masa-masa pengembaraan sebelumnya, yang penuh tantangan.
Keluarga Sumitro mengungsi dari Indonesia pada tahun 1957, dan meskipun tinggal di berbagai negara, mereka menghadapi kesulitan hidup yang berat, termasuk masalah perpisahan dengan ayah mereka yang sering berpindah-pindah tempat.
Namun, dalam hal pendidikan, anak-anak Sumitro, terutama Prabowo, menunjukkan kecerdasan luar biasa. Prabowo bahkan meloncat satu kelas dan duduk bersama kakaknya di sekolah menengah London. Keluarga Sumitro merencanakan untuk kembali ke Indonesia setelah kedua anak ini lulus.
Di balik pencapaian akademis yang luar biasa, Prabowo tetap mengingat masa-masa sulit dalam pengembaraannya dan menunjukkan kematangan sosial yang luar biasa. Ini juga memperjelas mengapa bahasa Inggris menjadi bahasa yang sangat akrab bagi Prabowo, mencerminkan betapa kuatnya pengaruh lingkungan sosial di masa kecilnya. (rek)
Editor : Lambertus Hurek