Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Gila! Yayasan Panti Asuhan di Tangerang Dikepung Warga karena Tiga Pengurusnya Diduga  Cabuli Anak Asuh  

Agung Nugroho • Jumat, 4 Oktober 2024 | 23:07 WIB

 

MARAH: Tangkapan layar video warga kepung Yayasan Panti Asuhan Darussalam An’nur.
MARAH: Tangkapan layar video warga kepung Yayasan Panti Asuhan Darussalam An’nur.

RADAR SURABAYA – Yayasan Panti Asuhan Darussalam An’nur di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten , Kamis (3/10) malam, dikepung ratusan warga karena di tempat tersebut diduga menjalankan praktik penyimpangan seksual.

Dugaan ini bermula dari laporan artis sinetron Dean Desvi yang melaporkan 3 oknum pimpinan dan pengurus Yayasan Panti Asuhan Darussalam An’nur berinisial S, A, dan Y ke Polres Metro Tangerang Kota dalam nomor perkara LP/B/725/VII/2024/SPKT/PolresMetroTangerang Kota pertanggal 02 Juli 2024.

"Jadi, dari mereka ini ada yang bilang korban dari S, dari Y, dari A. Ini diduga ada tiga pelaku yang diadukan ke saya," kata Dean di lokasi kejadian.

Dean menyebutkan bahwa ketiga pelaku memiliki modus yang sama dalam melancarkan aksi bejatnya kepada anak-anak asuh. Yakni memberikan mengiming-imingi, lalu menyuruh korban untuk memijat.

Korban mengaku tidak bisa berteriak dan melawan karena sejak balita memang sudah tinggal di sana.

“Modusnya diiming-imingi dengan gayanya yang gemulai, yang baik, yang bagus yang saleh gitu. Disuruh pijitin Abi, habis pijitin naik-naik lalu dilecehin. Korban enggak bisa berteriak, enggak bisa melawan karena rata-rata korban di sini diambil dari balita yang dikasih makan, dikasih sayang, nanti kalau sudah gede (dicabuli)," kata Dean.

 “Yang lebih menjijikan dan menyakitkan hati saya, mereka dilecehkan, dicabuli, di sodomi bukan hanya satu orang (pelaku) tetapi disodomi buat tiga orang. Ini pelakunya ada tiga yang baru berhasil kita laporkan," lanjutnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9), Dean menyebutkan bahwa dia mendapat laporan pencabulan dari mantan anak asuh yang juga merupakan korban.

Beberapa korban menghubungi Dean melalui Instagram bahwa mereka telah dicabuli oleh oknum pimpinan dan pengasuh panti asuhan. Saat itu totalnya sudah hampir 10 anak yang berani speak up.

"Hampir 10 anak, itu yang baru berani speak up. Di panti asuhan itu ada kamar tersendiri yang bagus-bagus itu untuk anak-anak yang secara fisik bagus. Yang secara fisik mohon maaf kurang bagus, ditempatkan bareng," kata Dean.

Baca Juga: Viral! Pelaku Curanmor dari Bangkalan Dihajar Massa di Kedinding, Surabaya, Ini Pengakuannya

Dean mengungkapkan bahwa korban yang melapor telah kabur dari yayasan sehingga dia membuat laporan ke Polres untuk melindungi korban-korban yang masih berada di dalam.

“Masih dalam lingkungan sana, yang lapor ini sudah kabur. Saya mau melindungi beberapa yang masih di dalam, makanya saya mau up pemberitaan ini," ungkap Dean.

Seperti yang diterangkan Dean saat dilokasi kejadian, para pelaku memiliki modus dengan mengiming-imingi korban barang, uang jajan, bahkan dibelikan handphone. Mirisnya lagi ada korban yang telah dicabuli dari usia 8 tahun.

"Anggota di panti itu harus diperiksa dan divisum, karena hampir setiap korban, mereka diiming-imingi habis dinodai dikasih barang, ditransfer (uang) dikasih jajan, dibelikan handphone bahkan sampai bisa dibelikan iphone. Beberapa dari mereka ada yang dinodai dari usia 8 tahun," ungkap Dean.

Dari laporan Dean itulah yang kemudian membuat warga mengepung yayasan untuk mendesak agar polisi segera mengungkapkan praktik penyimpangan seksual yang terjadi di dalam.

Saat ini Polres Metro Tangerang Kota tengah melakukan pemeriksaan terhadap terduga dan sejumlah saksi.

Sementara itu 12 anak asuh telah dipindahkan ke Rumah Perlindungan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial Kota Tangerang. Para korban akan mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).(sas/mag/nug)

 

 

Editor : Agung Nugroho
#asusila #Cabul Anak di Bawah Umur #massa marah #Kecamatan Pinang #Banten