SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses menggelar Festival Rujak Uleg dalam Rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 731 di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5).
Festival yang digelar pada pagi hari itu sukses menggaet ribuan masyarakat Kota Surabaya untuk hadir dan turut memeriahkan festival tahunan tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, jumlah pengunjung yang hadir dalam Festival Rujak Uleg tahun ini lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, tentu akan ada sejumlah evaluasi agar event tahunan ini bisa lebih meriah lagi ke depan.
"Kalau tadi pengunjungnya lebih banyak sekarang daripada di kya kya. Cuma di Balai Kota ini kalau full 8 ribu. Kalau di kya kya, venuenya kan memanjang dan kondisinya lebih kecil. Sehingga kelihatan penuh tapi gak sebanyak di Balai Kota ini," kata Eri usai gelaran, Minggu (19/5).
Sejumlah catatan menurut Eri sudah dikantongi. Salah satunya ada keinginan dari warga agar gelaran ini dilakukan pada malam hari saja.
"Kalau rujak uleg kan butuh waktu yg panjang. Sehingga kebentur waktu sholat. Makanya kami coba pagi hari. Jadi insya Allah dari malam dan pagi ini kita evaluasi yang terpenting tidak mengganggu waktu solat kita," tambahnya.
Eri menyampaikan, ke depannya festival rujak uleg ini akan terus menggunakan tema yang berganti-ganti tiap tahunnya. Sama seperti rujak uleg, festival parade bunga pun menurut dia akan menerapkan tema yang tematik tiap tahunnya. Tema ini menurut dia juga akan menyesuaikan dengan vanue yang akan digunakan saat gelaran.
"Jadi kalau rujak uleg ini bercerita tentang sejarah rujak uleg. Parade bunga besok akan menceritakan sejarah Surabaya sejak berdirinya sampek hari ini. Kalau temanya rujak uleg mengenang kota lama, maka akan ke kota lama (tempat gelarannya). Kalau tema beda lahi yang bisa di balai kota," ucapnya.
Selain rujak uleg, ke depan Eri juga ingin mengangkat jenis festival lain selain rujak uleg saat gelaran HJKS. Salah satu opsinya adalah gelaran festival sambelan. Menurut Eri, Surabaya ini sangat kaya akan jenis sambelnya. Sehingga, ke depannya, sambelan ini menurut dia juga layak untuk diadakan festivalnya.
"Jadi artinya ada festival baru festival sambelan. Surabaya ini terkenal sambelannya. Macem-macem jenisnya. Ini nanti kita akan adakan festival sambelan di Surabaya. Ada Sambel lothek dan lain sebagainya. Sehingga tidak hanya menunjukkan rujak ulegnya saja tapi ada sambelannya," ujarnya.
Lebih jauh, Eri mengharapkan di peringatan HJKS ke 731 ini, Surabaya bisa semakin sejahtera lagi ke depannya. Wujud kebersamaan dalam menuntaskan kemiskinan dan stunting bisa terus digalakkan. Sehingga, masyarakat Kota Surabaya bisa lebih sejahtera lagi.
"Dengan kebersamaan toleransi seperti rujak uleg ini, kemiskinan di surabaya turun. Stunting turun 1,6 persen. Terendah se Indonesia. Ini menunjukkan kebersamaan. Surabaya belum merdeka masih ada kemiskinan, stunting, kita butuh kekuatan kebersamaan menjadi satu bagian besar untuk membentuk kesejahteraan di Surabaya," ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Surabaya Lailatul Mufidah menambahkan, semua yang sudah terbangun di Surabaya saat ini perlu ditingkatkan lagi. Mulai dari penuntasan kemiskinan, angka putus sekolah, hingga stunting. Kerja sama antara pemkot dengan legislatif yang sudah terbangun bagus kini juga perlu digalakkan lagi.
Momen HJKS kali ini menurut dia menjadi memontum kalau pembangunan Surabaya dalam menuntaskan masalah sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Artinya kerja sama yang bagus antara pemkot dengan DPRD bisa memberikan dampak yang nyata bagi kesejahteraan warga Kota Surabaya.
"Apalagi ini mau menyongsong pilkada Surabaya. Jadi harapannya bisa kondusif aman. Surabaya semakin maju, semakin kondusif. Masyarakatnya ayem tentrem dan semua berdaya. Stunting sudah turun, kemiskinan penangannanya bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (dim)
Editor : Jay Wijayanto