SURABAYA - Roberto De Zerbi menjadi manajer atau pelatih yang paling banyak diinginkan klub. Pekerjaannya bersama Brighton Hove & Albion dinilai sangat luar biasa, sehingga dia dianggap layak untuk menangani klub yang lebih besar.
Manchester United, Liverpool dan Chelsea termasuk di antara klub tertarik dengan pelatih asal Italia ini. Klub yang tertarik merekrut Roberto De Zerbi telah mengetahui biaya kompensasi yang harus mereka bayar untuk mengamankannya dari Brighton musim panas ini.
De Zerbi telah memenangkan banyak pengagum atas pekerjaan yang dilakukannya di Stadion Amex sejak bergabung dengan klub musim lalu.
Pria berusia 44 tahun itu masuk dalam daftar calon pengganti Jurgen Klopp di Liverpool , sementara Man United dan Chelsea juga tertarik, dengan masa depan Erik ten Hag dan Mauricio Pochettino keduanya tidak pasti.
Sebuah laporan dari The Telegraph mengungkapkan bahwa pendaratan De Zerbi akan membutuhkan biaya setidaknya 12 juta pounds (Rp 239,84 miliar) agar dia dapat meninggalkan Brighton.
Pelatih Italia itu saat ini terikat kontrak di Brighton hingga akhir musim 2025-26.
Meski bayarannya sangat besar, itu bukan gaji terbesar yang diterima Brighton dalam hal kompensasi seorang manajer. The Seagulls menerima 21,5 juta dari Chelsea untuk pendahulu De Zerbi, Graham Potter.
Biaya tersebut termasuk biaya staf Potter, meskipun tidak pasti apakah biaya De Zerbi termasuk para stafnya.
Pelatih asal Italia itu berada di urutan kedua dalam perlombaan untuk menggantikan Klopp ketika ia meninggalkan Anfield musim panas ini, dengan mantan bintang mereka Xabi Alonso.
Pemilik baru Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, belum secara terbuka mendukung Ten Hag, meskipun belum ada keputusan yang diambil mengenai masa depannya.
De Zerbi juga menjadi favorit bursa taruhan untuk menggantikan Pochettino di Chelsea. Pelatih asal Italia itu membawa Brighton finis di peringkat keenam musim lalu, namun musim ini menjadi lebih sulit, dengan klub tersebut berada di peringkat kesembilan setelah hanya menang tiga kali dari 12 pertandingan terakhir mereka di Premier League.
Di antara pujian terbesarnya adalah bos Manchester City Pep Guardiola, yang musim lalu mengklaim bahwa dia adalah 'salah satu manajer paling berpengaruh dalam 20 tahun terakhir'.
Namun, dia kesulitan untuk menyamai performa terbaiknya musim lalu, dengan klub yang berada di peringkat kesembilan klasemen hanya memenangkan tiga dari 12 pertandingan terakhir mereka di Premier League.
Klub ini finis di urutan keenam di bawah asuhan De Zerbi musim lalu, dan akan bermain di babak 16 besar Liga Europa melawan Roma pada hari Kamis.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan