alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img
Array

Tim PKM FEB UNESA Beri Pelatihan Bisnis Online ke Guru SMK di Surabaya

SURABAYA – Tim program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNESA mengadakan pelatihan bisnis online bagi Guru MGMP Bisnis Daring dan Pemasaran di Surabaya. Acara tersebut dihelat secara daring selama dua hari, 18 dan 21 Agustus 2021.

Sebagai narasumber pelatihan hadir Dr. Tri Sudarwanto, S.Pd., M.S.M selaku Dosen dan Ketua Prodi Pendidikan Bisnis FEB UNESA, Dr. Hartati, M.Si Dosen dan Ketua Prodi S-2 Pendidikan Ekonomi, dan Raya Sulistyowati, S.Pd., M.Pd Dosen dan Ketua Divisi Bisnis Online, Satuan Pengembangan Bisnis UNESA. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 36 guru dari SMK negeri dan swasta di Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bisnis Daring dan Pemasaran SMK di Surabaya dan membekali mereka dalam praktek usaha bisnis online di luar kegiatan pembelajaran di sekolah sekaligus memberikan pendampingan bisnis daring dan pemasaran kepada para guru tersebut.

Guru bisnis daring dan pemasaran selain memahami teori untuk pengajaran, tetapi juga harus memanfaatkan teori tersebut untuk bangun bisnis daring dan sistem pemasaran sendiri. Lebih jauh bisa mendorong peserta didik untuk menjadi pemain kunciabad ini.

Tri Sudarwanto pada kesempatan itu mengatakan bahwa dalam bisnis digital, strategi pemasaran memegang peran vital. Karena itu, strategi harus dirancang dan direncanakan secara matang. Dalam merencanakan strategi pemasaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tahapan siklus produk atau menyesuaikan tahap daur produk mulai dari tahap perkenalan, pertumbuhan, dan kedewasaan dan tahap kemunduran.

Kedua, tingkat persaingan di pasar. Strategi harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan. Ketiga, keadaan ekonomi. Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi. Perusahaan harus mampu memproyeksikan dan memandang ke depan untuk mengembangkan strategi jangka panjang. “Agar bisnis bisa berkembang salah satunya melakukan inovasi, ” ujarnya.

Sementara itu, Dr Hartati memaparkan bahwa distrupsi di tengah masyarakat maupun bisnis terjadi beberapa tahun sebelumnya. Perubahan perilaku masyarakat dan ekonomi bahkan seluruh aspek kehidupan tersebut semakin dipercepat di masa pandemi Covid-19. “Distrupsi ini adalah peluang bagi kita, tinggal memanfaatkan perangkat, paham implementasi berbagai strategi dan inovasi bisnis,” ujarnya.

Pemasaran daring sangat penting era digital ini. Karena itu tuntutan zaman. Mau tidak mau harus mengikuti. Jika sebelumnya jasa SPG laku keras, sekarang perlahan berkurang tergantikan digital marketing atau online marketing.

Karena kencedrungan dan tuntutan baru tersebut, sebagai guru maupun dosen harus memahami dan memberikan pemahaman kepada peserta didiknya tentang perubahan yang terjadi termasuk tuntutan era marketing baru abad ini. “Ada sulitnya, ada mudahnya, tetapi kita diuntungkan sebenarnya lewat berlimpahnya perangkat-perangkat canggih,” terangnya.

Raya Sulistyowati menjelaskan bahwa secara data tranformasi digital sangat penuh. Saat pandemi dan diprediksi hingga 2024 e-commerce di Indonesia akan terus meningkat. Dari data juga menunjukkan bahwa smartphone yang biasa dijadikan untuk bermedia sosial dan bertanya kabar saudara atau teman kerabat banyak yang dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis; jual-beli, pengiriman makanan, pendidikan, dll, semua berbasis digital dan online. “Dalam e-marketplace, perlu diperhatikan komponen customer, penjual, barang yang dijual, dan insfrastruktur,” ucapnya.

Dengan perkembangan itu, perluang bisnis banyak di segala lini. Tanpa barang pun bisa berbisnis, salah satunya bisa lewat strategi dropshiping atau memasarkan atau menjual barang milik pihak orang lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu atau menyetok barang. “Ini bisa menjadi peluang bagi siapa saja, dan siswa SMK pun bisa ambil andil di bagian ini,” terangnya. (*)


SURABAYA – Tim program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNESA mengadakan pelatihan bisnis online bagi Guru MGMP Bisnis Daring dan Pemasaran di Surabaya. Acara tersebut dihelat secara daring selama dua hari, 18 dan 21 Agustus 2021.

Sebagai narasumber pelatihan hadir Dr. Tri Sudarwanto, S.Pd., M.S.M selaku Dosen dan Ketua Prodi Pendidikan Bisnis FEB UNESA, Dr. Hartati, M.Si Dosen dan Ketua Prodi S-2 Pendidikan Ekonomi, dan Raya Sulistyowati, S.Pd., M.Pd Dosen dan Ketua Divisi Bisnis Online, Satuan Pengembangan Bisnis UNESA. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 36 guru dari SMK negeri dan swasta di Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bisnis Daring dan Pemasaran SMK di Surabaya dan membekali mereka dalam praktek usaha bisnis online di luar kegiatan pembelajaran di sekolah sekaligus memberikan pendampingan bisnis daring dan pemasaran kepada para guru tersebut.

Guru bisnis daring dan pemasaran selain memahami teori untuk pengajaran, tetapi juga harus memanfaatkan teori tersebut untuk bangun bisnis daring dan sistem pemasaran sendiri. Lebih jauh bisa mendorong peserta didik untuk menjadi pemain kunciabad ini.

Tri Sudarwanto pada kesempatan itu mengatakan bahwa dalam bisnis digital, strategi pemasaran memegang peran vital. Karena itu, strategi harus dirancang dan direncanakan secara matang. Dalam merencanakan strategi pemasaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tahapan siklus produk atau menyesuaikan tahap daur produk mulai dari tahap perkenalan, pertumbuhan, dan kedewasaan dan tahap kemunduran.

Kedua, tingkat persaingan di pasar. Strategi harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan. Ketiga, keadaan ekonomi. Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi. Perusahaan harus mampu memproyeksikan dan memandang ke depan untuk mengembangkan strategi jangka panjang. “Agar bisnis bisa berkembang salah satunya melakukan inovasi, ” ujarnya.

Sementara itu, Dr Hartati memaparkan bahwa distrupsi di tengah masyarakat maupun bisnis terjadi beberapa tahun sebelumnya. Perubahan perilaku masyarakat dan ekonomi bahkan seluruh aspek kehidupan tersebut semakin dipercepat di masa pandemi Covid-19. “Distrupsi ini adalah peluang bagi kita, tinggal memanfaatkan perangkat, paham implementasi berbagai strategi dan inovasi bisnis,” ujarnya.

Pemasaran daring sangat penting era digital ini. Karena itu tuntutan zaman. Mau tidak mau harus mengikuti. Jika sebelumnya jasa SPG laku keras, sekarang perlahan berkurang tergantikan digital marketing atau online marketing.

Karena kencedrungan dan tuntutan baru tersebut, sebagai guru maupun dosen harus memahami dan memberikan pemahaman kepada peserta didiknya tentang perubahan yang terjadi termasuk tuntutan era marketing baru abad ini. “Ada sulitnya, ada mudahnya, tetapi kita diuntungkan sebenarnya lewat berlimpahnya perangkat-perangkat canggih,” terangnya.

Raya Sulistyowati menjelaskan bahwa secara data tranformasi digital sangat penuh. Saat pandemi dan diprediksi hingga 2024 e-commerce di Indonesia akan terus meningkat. Dari data juga menunjukkan bahwa smartphone yang biasa dijadikan untuk bermedia sosial dan bertanya kabar saudara atau teman kerabat banyak yang dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis; jual-beli, pengiriman makanan, pendidikan, dll, semua berbasis digital dan online. “Dalam e-marketplace, perlu diperhatikan komponen customer, penjual, barang yang dijual, dan insfrastruktur,” ucapnya.

Dengan perkembangan itu, perluang bisnis banyak di segala lini. Tanpa barang pun bisa berbisnis, salah satunya bisa lewat strategi dropshiping atau memasarkan atau menjual barang milik pihak orang lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu atau menyetok barang. “Ini bisa menjadi peluang bagi siapa saja, dan siswa SMK pun bisa ambil andil di bagian ini,” terangnya. (*)



Most Read

Berita Terbaru