alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Sebelum Buka Praktik Aborsi Ilegal, Tersangka Utama Pernah Aborsi

SURABAYA – Laksmita Wahyuning Putri, 26, tersangka utama praktik aborsi menggunakan obat keras, ternyata juga pernah melakukan aborsi sendiri. Dia melakukan hal itu sebelum membuka praktik aborsi ilegal.

“Karena pengalaman. Dia sendiri pernah melakukan sendiri (aborsi menggunakan obat lambung, Red). Dari pengalaman itu dia buka praktik,” ujar Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep G melalui Wadirreskrimsus AKBP Arman Asmara S.

Arman menambahkan, pengalaman tersangka yang pernah bekerja sebagai detailer obat juga mendukung praktik terlarang itu. Tersangka yang sudah lebih tiga tahun bergelut dengan obat-obatan sangat paham terkait fungsi dan efek jenis-jenis obat. “Dahulu detailer obat. Akhirnya tahu tentang jenis-jenis obat. Obat yang digunakan (aborsi) obat maag lambung akut,” sambungnya.

Setelah itu tersangka melakukan kerja sama dengan teman-temannya yang saat ini sudah ditangkap. Tersangka membeli obat dari M Busro dengan harga Rp 800 ribu. Sementara M Busro membeli dari Vivi Nurmalasari (VN) seharga Rp 500 ribu. VN sendiri membeli di apotek milik Fauziah Tri Arini dengan harga Rp 300 ribu. “Itu satu boks nya isi 20 butir,” sebutnya.

Selama dua tahun terakhir, lanjut Arman, tersangka menjalankan praktik dengan tertutup. Perempuan yang tinggal di Jalan Karah 168 itu hanya menjalankan aksi dengan modus cerita dari mulut ke mulut. Tersangka juga dikenal sangat selektif dalam memilih calon pembeli. “Yang 11 orang masih dalam lidik. Karena harus mengumpulkan alat bukti,” imbuhnya.

Dari 11 orang tersebut penyidik sudah mengantongi identitasnya. Mereka terdiri dari warga Surabaya, Banyuwangi, Pasuruan, dan Sidoarjo. Mereka adalah orang yang membeli obat dan menggugurkan kandungan melalui Laksmita. Semua janin hasil pengguguran tersebut diserahkan ke pihak aborsi dan dibuang.

Diberitakan sebelumnya, Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar praktik aborsi ilegal menggunakan obat keras (obat tukak lambung). Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka Wahyuning Putri, 28, warga Jalan Maspati V RT 03 RW 06, Bubutan yang tinggal di Jalan Karah 168, Tri Suryanti, 30, warga Kelurahan Juron, Nguter Sukoharjo, M Syaiful Arif, 32, warga Jalan Bulak Setro III RT 01 RW 05, Bulak.

Selain itu, Retno Muktia Sari, 26, warga Jalan Pulo Tegalsari VII, Wonokromo, M Busro, 34, warga Jalan Tambak Pring Timur RT 03 RW 06, Asemrowo, Vivi Nurmalasari, 26, warga Jalan Siwalankerto Utara RT 04 RW 03, Siwalankerto, dan Fauziah Tri Arini, 32, warga Jalan Tawangsari Barat RT 19 RW 04, Taman, Sidoarjo.  (rus/rud)

SURABAYA – Laksmita Wahyuning Putri, 26, tersangka utama praktik aborsi menggunakan obat keras, ternyata juga pernah melakukan aborsi sendiri. Dia melakukan hal itu sebelum membuka praktik aborsi ilegal.

“Karena pengalaman. Dia sendiri pernah melakukan sendiri (aborsi menggunakan obat lambung, Red). Dari pengalaman itu dia buka praktik,” ujar Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep G melalui Wadirreskrimsus AKBP Arman Asmara S.

Arman menambahkan, pengalaman tersangka yang pernah bekerja sebagai detailer obat juga mendukung praktik terlarang itu. Tersangka yang sudah lebih tiga tahun bergelut dengan obat-obatan sangat paham terkait fungsi dan efek jenis-jenis obat. “Dahulu detailer obat. Akhirnya tahu tentang jenis-jenis obat. Obat yang digunakan (aborsi) obat maag lambung akut,” sambungnya.

Setelah itu tersangka melakukan kerja sama dengan teman-temannya yang saat ini sudah ditangkap. Tersangka membeli obat dari M Busro dengan harga Rp 800 ribu. Sementara M Busro membeli dari Vivi Nurmalasari (VN) seharga Rp 500 ribu. VN sendiri membeli di apotek milik Fauziah Tri Arini dengan harga Rp 300 ribu. “Itu satu boks nya isi 20 butir,” sebutnya.

Selama dua tahun terakhir, lanjut Arman, tersangka menjalankan praktik dengan tertutup. Perempuan yang tinggal di Jalan Karah 168 itu hanya menjalankan aksi dengan modus cerita dari mulut ke mulut. Tersangka juga dikenal sangat selektif dalam memilih calon pembeli. “Yang 11 orang masih dalam lidik. Karena harus mengumpulkan alat bukti,” imbuhnya.

Dari 11 orang tersebut penyidik sudah mengantongi identitasnya. Mereka terdiri dari warga Surabaya, Banyuwangi, Pasuruan, dan Sidoarjo. Mereka adalah orang yang membeli obat dan menggugurkan kandungan melalui Laksmita. Semua janin hasil pengguguran tersebut diserahkan ke pihak aborsi dan dibuang.

Diberitakan sebelumnya, Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar praktik aborsi ilegal menggunakan obat keras (obat tukak lambung). Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka Wahyuning Putri, 28, warga Jalan Maspati V RT 03 RW 06, Bubutan yang tinggal di Jalan Karah 168, Tri Suryanti, 30, warga Kelurahan Juron, Nguter Sukoharjo, M Syaiful Arif, 32, warga Jalan Bulak Setro III RT 01 RW 05, Bulak.

Selain itu, Retno Muktia Sari, 26, warga Jalan Pulo Tegalsari VII, Wonokromo, M Busro, 34, warga Jalan Tambak Pring Timur RT 03 RW 06, Asemrowo, Vivi Nurmalasari, 26, warga Jalan Siwalankerto Utara RT 04 RW 03, Siwalankerto, dan Fauziah Tri Arini, 32, warga Jalan Tawangsari Barat RT 19 RW 04, Taman, Sidoarjo.  (rus/rud)

Most Read

Berita Terbaru


/