alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Khofifah Sebut Gus Ipul Layak Jadi Mentor Bupati/Wali Kota

SURABAYA-Saat pelantikan para kepala daerah terpilih di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/2), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) layak dijadikan top mentor bagi para bupati dan wali kota di Jatim. Menurutnya, pengalaman Gus Ipul sebagai mantan menteri dan wakil gubernur Jatim selama dua periode sangat banyak. Terutama dalam upaya mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi kalau cari mentor, bapak bupati dan wali kota tidak susah-susah. Salah satu yang baru saja dilantik ini adalah top mentor untuk bupati dan wali kota,” kata Khofifah disambut tawa sejumlah kepala daerah.

Sebutan Khofifah untuk Gus Ipul ini bermula dari penjelasan Khofifah tentang pentingnya pengembangan pariwisata di Jatim. Saat itu Khofifah berpesan agar bupati dan wali kota maksimal mengembangkan potensi pariwisata daerah dengan menggerakkan seluruh sumber daya, terutama UMKM.

“Untuk penguatan UMKM, sesungguhnya yang lebih detil adalah Gus Ipul. Lihat saja, ininya (tanda kehormatan) lebih banyak dari saya. Itu artinya perjuangannya lebih banyak,” kata Khofifah tentang mantan rivalnya di Pilgub Jatim 2018 itu.

Ditanya terkait kesiapannya sebagai mentor bupati/wali kota, Gus Ipul tegas menjawab dia siap menjadi anak buah Gubernur Khofifah. “Itu sebenarnya penghormatan ibu gubernur saja. Tapi pesan sebenarnya adalah kita di daerah harus bekerja keras agar Jatim ini bisa mengatasi pandemi dan ekonomi. Pokoknya saya siap jadi anak buahnya bu gubernur,” jelas Gus Ipul.

Sementara itu usai dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H Sugiri akan menerapkan program mengantor di desa. Selama pandemi Covid-19 ini, seminimal mungkin melakukan pekerjaan di kantor. “Tetapi kita akan lebih banyak bekerja di lapangan. Jadi 30 persen akan di kantor, 70 persen di lapangan,” ujarnya.

Istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas ini mengatakan program ini untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat yang ada di desa-desa, khususnya mereka yang terdampak pandemi Covid-19. “Intinya kami akan terus mengawal ekonomi, pendidikan, selama masa pandemi ini. Dan juga bagaimana pariwisata nanti kedepan bisa berlanjut lagi,” katanya.

Sementara itu Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Hj Dewi Khalifah yang baru saja dilantik, akan membuat program Pondok Narkoba. Yakni sebuah program untuk mengentaskan anak anak usia produktif dari narkoba.

Achmad Fauzi mengungkapkan program ini menjadi salah satu komitmen bersama pada masa kepemimpinannya untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat obatan terlarang, khususnya untuk usia SMP dan SMA. “Jadi mereka, apabila kena persoalan narkoba, maka kita siapkan Pondok Narkoba,” ujarnya.

Fauzi mengatakan mekanismenya Pondok Narkoba ini akan bekerjasama dengan Pondok Pesantren. Ia menambahkan jangan sampai anak-anak ini putus sekolah dan kembali terjerumus dengan barang haram ini. “Tetap kita pondokkan, agar mereka bisa terus belajar, direhabilitasi di Pondok tersebut,” katanya.

Sedangkan Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi mengatakan programnya adalah kesejahteraan masyarakat dan penanganan Covid-19. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana ekonomi di Surabaya bisa meningkat. “Yang terpenting kita akan sinergi dengan Pemprov Jatim,” katanya.

Sedangkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan pihaknya akan memastikan industri halal bukan hanya sekedar ada tapi harus ada kemaslahatan untuk masyarakat Sidoarjo. Menurutnya ia akan amanah dan memperjuangkan aspitasi masyarakat. “Terkait dana desa, kami akan upayakan untuk cepat teralisasi. Program 100 hari kita adalah perbaikan infrastruktur terutama jalan dan pelayanan publik,” ujarnya singkat. (mus/jay)


SURABAYA-Saat pelantikan para kepala daerah terpilih di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/2), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) layak dijadikan top mentor bagi para bupati dan wali kota di Jatim. Menurutnya, pengalaman Gus Ipul sebagai mantan menteri dan wakil gubernur Jatim selama dua periode sangat banyak. Terutama dalam upaya mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi kalau cari mentor, bapak bupati dan wali kota tidak susah-susah. Salah satu yang baru saja dilantik ini adalah top mentor untuk bupati dan wali kota,” kata Khofifah disambut tawa sejumlah kepala daerah.

Sebutan Khofifah untuk Gus Ipul ini bermula dari penjelasan Khofifah tentang pentingnya pengembangan pariwisata di Jatim. Saat itu Khofifah berpesan agar bupati dan wali kota maksimal mengembangkan potensi pariwisata daerah dengan menggerakkan seluruh sumber daya, terutama UMKM.

“Untuk penguatan UMKM, sesungguhnya yang lebih detil adalah Gus Ipul. Lihat saja, ininya (tanda kehormatan) lebih banyak dari saya. Itu artinya perjuangannya lebih banyak,” kata Khofifah tentang mantan rivalnya di Pilgub Jatim 2018 itu.

Ditanya terkait kesiapannya sebagai mentor bupati/wali kota, Gus Ipul tegas menjawab dia siap menjadi anak buah Gubernur Khofifah. “Itu sebenarnya penghormatan ibu gubernur saja. Tapi pesan sebenarnya adalah kita di daerah harus bekerja keras agar Jatim ini bisa mengatasi pandemi dan ekonomi. Pokoknya saya siap jadi anak buahnya bu gubernur,” jelas Gus Ipul.

Sementara itu usai dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H Sugiri akan menerapkan program mengantor di desa. Selama pandemi Covid-19 ini, seminimal mungkin melakukan pekerjaan di kantor. “Tetapi kita akan lebih banyak bekerja di lapangan. Jadi 30 persen akan di kantor, 70 persen di lapangan,” ujarnya.

Istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas ini mengatakan program ini untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat yang ada di desa-desa, khususnya mereka yang terdampak pandemi Covid-19. “Intinya kami akan terus mengawal ekonomi, pendidikan, selama masa pandemi ini. Dan juga bagaimana pariwisata nanti kedepan bisa berlanjut lagi,” katanya.

Sementara itu Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Hj Dewi Khalifah yang baru saja dilantik, akan membuat program Pondok Narkoba. Yakni sebuah program untuk mengentaskan anak anak usia produktif dari narkoba.

Achmad Fauzi mengungkapkan program ini menjadi salah satu komitmen bersama pada masa kepemimpinannya untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat obatan terlarang, khususnya untuk usia SMP dan SMA. “Jadi mereka, apabila kena persoalan narkoba, maka kita siapkan Pondok Narkoba,” ujarnya.

Fauzi mengatakan mekanismenya Pondok Narkoba ini akan bekerjasama dengan Pondok Pesantren. Ia menambahkan jangan sampai anak-anak ini putus sekolah dan kembali terjerumus dengan barang haram ini. “Tetap kita pondokkan, agar mereka bisa terus belajar, direhabilitasi di Pondok tersebut,” katanya.

Sedangkan Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi mengatakan programnya adalah kesejahteraan masyarakat dan penanganan Covid-19. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana ekonomi di Surabaya bisa meningkat. “Yang terpenting kita akan sinergi dengan Pemprov Jatim,” katanya.

Sedangkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan pihaknya akan memastikan industri halal bukan hanya sekedar ada tapi harus ada kemaslahatan untuk masyarakat Sidoarjo. Menurutnya ia akan amanah dan memperjuangkan aspitasi masyarakat. “Terkait dana desa, kami akan upayakan untuk cepat teralisasi. Program 100 hari kita adalah perbaikan infrastruktur terutama jalan dan pelayanan publik,” ujarnya singkat. (mus/jay)



Most Read

Berita Terbaru