Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir dan Longsor Sumatera Lenyapkan 29 Desa

N
Puluhan desa di Sumatera lenyap akibat banjir dan longsor.
Puluhan desa di Sumatera lenyap akibat banjir dan longsor.

RADAR SURABAYA - Bencana hidrometeorologi, yakni banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan.


Advertisement

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, peristiwa banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur desa.

Hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh aktivitas cuaca seperti curah hujan, angin, kelembapan, hingga siklus hidrologi.

Bentuknya bisa berupa banjir, longsor, badai, kebakaran hutan, hingga gelombang panas.
Menurut Tito, bencana di Sumatera menewaskan 1.190 orang, 141 korban hilang, dan berdampak pada 53 kabupaten/kota.

Advertisement

“Desa yang hilang karena longsor atau banjir terbawa arus. Aceh memang yang terbanyak, 21 desa atau kampung yang hilang,” ujarnya dalam rapat Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Gedung Kemendagri, Kamis (15/1).

Selain itu, delapan desa hilang di Sumatera Utara, sementara Sumatera Barat tidak ada desa hilang meski sempat terisolasi. “Total jumlah desa yang hilang adalah 29, 21 di Aceh, 8 di Sumut,” jelas Tito.

Eks Kapolri itu menambahkan, bencana juga merusak infrastruktur pemerintahan desa. Sebanyak 1.681 kantor desa terdampak, dengan Aceh menjadi wilayah paling parah yakni 1.495 kantor desa rusak.

Advertisement

Di Sumatera Utara tercatat 64 kantor desa terdampak, sementara di Sumatera Barat ada 45 kantor desa.

Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah pusat telah melakukan mobilisasi nasional sejak 25 November 2025.

“Pengerahan terjadi bukan hanya organik dari tiga provinsi, tapi ribuan pasukan TNI-Polri BKO termasuk sembako, peralatan, helikopter, kapal karet untuk kepentingan evakuasi masyarakat dilakukan,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Tito Karnavian ditunjuk sebagai Ketua Satgas.

“Bapak Presiden meyakini bahwa di bawah Mendagri koordinasi dapat dilakukan lebih baik,” ujarnya.
Satgas ini difokuskan pada pembangunan hunian bagi warga terdampak serta perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Prasetyo menegaskan tugas Satgas tidak tumpang tindih dengan BNPB, karena BNPB bekerja pada masa tanggap darurat, sementara Satgas fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi. (trn/nur)

Advertisement

Artikel Terkait

Gara-Gara Sinkhole, Ribuan Warga di Limapuluh Kota Sumatera Barat Terisolasi 

Gara-Gara Sinkhole, Ribuan Warga di Limapuluh Kota Sumatera Barat Terisolasi 

Hujan deras di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, memicu longsor dan tanah ambles menyerupai sinkhole di Nagari Situjuah Ladang Laweh. Akibatnya, lebih dari 2.000 warga terisolasi.

  Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Kampung di Papua

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Kampung di Papua

Penguatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Papua terus diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kampung menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran

Jatim Pimpin Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Nasional

Jatim Pimpin Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Nasional

Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Provinsi ini menjadi penyumbang nilai transaksi tertinggi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan total mencapai Rp 17,45 miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer