alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Anak Buya Arrazy Tewas Tertembak, Polisi Pengawal Diperiksa Propam

JAKARTA – Peristiwa naas terjadi Rabu (22/6) sekitar pukul 13.00 WIB di rumah mertua Buya Arrazy Hasyim di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Putra kedua Buya Arrazy yang berusia 3 tahun tidak sengaja tertembak senjata api jenis Glock milik pengawal Buya yang seorang anggota Polri berinisial M.

Buya Arrazy Hasyim adalah ulama pengasuh Lembaga Tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah di Ciputat, Tangerang. Ia saat itu sedang pulang ke rumah mertuanya bersama istri dan dua orang anaknya serta pengawal melekat yang ditugaskan Mabes Polri.

Penelusuran sejumlah berita, insiden itu terjadi saat pengawal berinisial M itu sedang melaksanakan shalat duhur di rumah mertua Buya Arrazy di Palang, Tuban. Ia pun meletakkan senjata apinya di tempat yang menurutnya aman.

Namun tak disangka, senjata api itu sampai di tangan anak pertama Buya Arrazy yang berusia 5 tahun dan lalu mengutak-atiknya hingga menyebabkan sang adik tertembak di bagian leher hingga meninggal dunia.

Secara pidana, insiden tersebut sudah selesai secara damai karena Buya Arrazy mengikhlaskan kejadian naas tersebut. Namun si pengawal yang berstatus bintara Polri harus menjalani proses di Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Propam Polri untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menyebutkan, insiden tersebut ditangani langsung oleh Mabes Polri melalui Divisi Propam. “Yang jelas Polri tetap akan menindak tegas terhadap anggota tersebut,” kata Gatot saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (23/6).

Gatot menyebutkan, pengawal Buya Arrazy tersebut telah dibawa ke Propam Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan guna mempertangungjawabkan perbuatannya. “Informasi yang saya dapatkan, yang bersangkutan sudah ada di Mabes Polri dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Dia harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya,” kata Gatot.

Gatot menegaskan, saat ini Propam Polri sedang mendalami kronologis bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk bagaimana bisa senjata api tersebut sampai di tangan sang anak.

“Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Propam untuk dilakukan pendalaman lagi kronologis kejadiannya. Saat ini kami masih menunggu lagi hasil pemeriksaannya. Kenapa anak kecil bisa membawa senjata itu sedang didalami,” tutur Gatot. (jpc/ant/jay)

JAKARTA – Peristiwa naas terjadi Rabu (22/6) sekitar pukul 13.00 WIB di rumah mertua Buya Arrazy Hasyim di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Putra kedua Buya Arrazy yang berusia 3 tahun tidak sengaja tertembak senjata api jenis Glock milik pengawal Buya yang seorang anggota Polri berinisial M.

Buya Arrazy Hasyim adalah ulama pengasuh Lembaga Tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah di Ciputat, Tangerang. Ia saat itu sedang pulang ke rumah mertuanya bersama istri dan dua orang anaknya serta pengawal melekat yang ditugaskan Mabes Polri.

Penelusuran sejumlah berita, insiden itu terjadi saat pengawal berinisial M itu sedang melaksanakan shalat duhur di rumah mertua Buya Arrazy di Palang, Tuban. Ia pun meletakkan senjata apinya di tempat yang menurutnya aman.

Namun tak disangka, senjata api itu sampai di tangan anak pertama Buya Arrazy yang berusia 5 tahun dan lalu mengutak-atiknya hingga menyebabkan sang adik tertembak di bagian leher hingga meninggal dunia.

Secara pidana, insiden tersebut sudah selesai secara damai karena Buya Arrazy mengikhlaskan kejadian naas tersebut. Namun si pengawal yang berstatus bintara Polri harus menjalani proses di Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Propam Polri untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menyebutkan, insiden tersebut ditangani langsung oleh Mabes Polri melalui Divisi Propam. “Yang jelas Polri tetap akan menindak tegas terhadap anggota tersebut,” kata Gatot saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (23/6).

Gatot menyebutkan, pengawal Buya Arrazy tersebut telah dibawa ke Propam Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan guna mempertangungjawabkan perbuatannya. “Informasi yang saya dapatkan, yang bersangkutan sudah ada di Mabes Polri dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Dia harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya,” kata Gatot.

Gatot menegaskan, saat ini Propam Polri sedang mendalami kronologis bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk bagaimana bisa senjata api tersebut sampai di tangan sang anak.

“Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Propam untuk dilakukan pendalaman lagi kronologis kejadiannya. Saat ini kami masih menunggu lagi hasil pemeriksaannya. Kenapa anak kecil bisa membawa senjata itu sedang didalami,” tutur Gatot. (jpc/ant/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/