alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

2 Tahun Jokowi-Ma’ruf, Memaknai Marwah Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

JAKARTA – Bergerak pulih dari pandemi, begitulah kondisi negara kita saat ini. Mitigasi berbasis data, teknologi, dan ilmu pengetahuan, merupakan kunci pulih dari kondisi saat ini. Dari data rilis KPC-PEN per 4 Oktober 2021, negara mengamankan pasokan vaksinasi yang mendesak sejumlah 280.527.920 dari lima jenis vaksin. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan warga negara Indonesia.

Dalam Pidato Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, bisa dicapai jika kita semua dengan bahu membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai tujuan yang akan kita hadapi dan kita terus tumbuh dalam menghadapi cita cita bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut dalam rilis Kepala Staf  Kepresidenan RI, Jendral Purn. Moeldoko menyampaikan sebagai nahkoda, Presiden Joko Widodo memberi arahan jelas dan tegas untuk bekal menempuh krisis yaitu “gas dan rem” serta keberanian mengambil risiko.

Menurutnya, langkah ini juga tak lepas peran semua pihak, koordinasi pemerintah pusat dengan daerah, tenaga kesehatan di garda terdepan, kesigapan TNI-Polri, akademisi turun  gunung, jaringan luas organisasi kemasyarakatan, serta inovasi sosial lembaga kemasyarakatan.

Ilustrasi

Tumbuh Setelah Bertahan

Efek domino pandemi ini adalah krisis multidimensi. Mencegah resesi pemerintah mendirikan Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. Cakupannya meliputi aspek kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, UMKM dan korporasi serta insentif usaha.

Perlindungan sosial meliputi program keluarga harapan, kartu sembako, bansos tunai, kartu prakerja, diskon listrik, subsidi kuota dan bantuan langsung tunai desa. Alokasi anggaran per September 2021 untuk perlindungan sosial Rp 186,64 triliun, untuk kesehatan Rp 214,96 triliun, untuk dukungan UMKM & Korporasi Rp 162,40 triliun, program prioritas Rp 117,94 triliun dan insentif usaha Rp 62,83 triliun.

Kecepatan, ketepatan, fleksibilitas, efisiensi, kreativitas dan inovasi berbasis teknologi  adalah elemen fundamental reformasi. Ada lima prioritas pemerintah dalam momentum konsolidasi saat ini meliputi menghadirkan Indonesia di klasemen negara maju, optimal sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur dan logistik murah, pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, reformasi birokrasi, penyederhanaan regulasi serta pebangunan demokrasi.

Peradaban Baru Indonesia Maju

Sains dan riset adalah nadi utama di peta cita-cita Indonesia negara maju. Maka, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perlu mengakselerasi ekosistem riset nasional.

Pada sisi lain, upaya meneruskan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, bukanlah sekadar membangun kontruksi teknis atau meningkatkan adaptasi teknologi.

Hal Ini merupakan upaya menghadirkan peradaban baru Indonesia maju 2045. Arah utamanya mendukung pelayanan dasar serta peningkatan produktivitas melalui konektivitas dalam aneka wujud. Bandara, jaringan listrik, gas, bendungan, jalan, perlintasan trans-Jawa, trans-Sumatra, trans-Papua, tumbuh kekayaan ekonomis, sosiologis dan budaya.

Intensi pokok membangun jalan sambung menyambung adalah membuka daerah terisolir serta menormalkan harga logistik. Ada 33 ruas jalan tol lalu lintas darat, 106 pelabuhan,  dan 30 trayek tol laut serta 39 rute melayani jembatan udara.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johny G Plate, dalam rilisnya menyampaikan bahwa 2021 merupakan tahun penuh tantangan dan pelajaran sekaligus harapan. Inilah tahun yang menandai perjuangan bersama, membangun momentum kebangkitan Indonesia dari krisis Covid-19. Seluruh capaian dalam penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional ini merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa.

Kebijakan-kebijakan yang adaptif, responsif, penuh kehati-hatian menyeimbangkan pemulihan kesehatan serta kebangkitan ekonomi, perlu ditanamkan kuat-kuat sebagai langkah mitigasi.

Sebagai Pemimpin Nasional, Presiden Joko Widodo tak pernah lelah atau berjeda menyerukan solidaritas dan soliditas Indonesia dalam kebhinekaan. Jonhny Plate menambahkan, kita harus berani menciptakan lompatan besar(quantum leap), persisten dalam kecepatan berkarya, berinovasi, mengoptimasi transformasi dengan segala potensi.  (*/jay)


JAKARTA – Bergerak pulih dari pandemi, begitulah kondisi negara kita saat ini. Mitigasi berbasis data, teknologi, dan ilmu pengetahuan, merupakan kunci pulih dari kondisi saat ini. Dari data rilis KPC-PEN per 4 Oktober 2021, negara mengamankan pasokan vaksinasi yang mendesak sejumlah 280.527.920 dari lima jenis vaksin. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan warga negara Indonesia.

Dalam Pidato Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, bisa dicapai jika kita semua dengan bahu membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai tujuan yang akan kita hadapi dan kita terus tumbuh dalam menghadapi cita cita bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut dalam rilis Kepala Staf  Kepresidenan RI, Jendral Purn. Moeldoko menyampaikan sebagai nahkoda, Presiden Joko Widodo memberi arahan jelas dan tegas untuk bekal menempuh krisis yaitu “gas dan rem” serta keberanian mengambil risiko.

Menurutnya, langkah ini juga tak lepas peran semua pihak, koordinasi pemerintah pusat dengan daerah, tenaga kesehatan di garda terdepan, kesigapan TNI-Polri, akademisi turun  gunung, jaringan luas organisasi kemasyarakatan, serta inovasi sosial lembaga kemasyarakatan.

Ilustrasi

Tumbuh Setelah Bertahan

Efek domino pandemi ini adalah krisis multidimensi. Mencegah resesi pemerintah mendirikan Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. Cakupannya meliputi aspek kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, UMKM dan korporasi serta insentif usaha.

Perlindungan sosial meliputi program keluarga harapan, kartu sembako, bansos tunai, kartu prakerja, diskon listrik, subsidi kuota dan bantuan langsung tunai desa. Alokasi anggaran per September 2021 untuk perlindungan sosial Rp 186,64 triliun, untuk kesehatan Rp 214,96 triliun, untuk dukungan UMKM & Korporasi Rp 162,40 triliun, program prioritas Rp 117,94 triliun dan insentif usaha Rp 62,83 triliun.

Kecepatan, ketepatan, fleksibilitas, efisiensi, kreativitas dan inovasi berbasis teknologi  adalah elemen fundamental reformasi. Ada lima prioritas pemerintah dalam momentum konsolidasi saat ini meliputi menghadirkan Indonesia di klasemen negara maju, optimal sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur dan logistik murah, pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, reformasi birokrasi, penyederhanaan regulasi serta pebangunan demokrasi.

Peradaban Baru Indonesia Maju

Sains dan riset adalah nadi utama di peta cita-cita Indonesia negara maju. Maka, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perlu mengakselerasi ekosistem riset nasional.

Pada sisi lain, upaya meneruskan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, bukanlah sekadar membangun kontruksi teknis atau meningkatkan adaptasi teknologi.

Hal Ini merupakan upaya menghadirkan peradaban baru Indonesia maju 2045. Arah utamanya mendukung pelayanan dasar serta peningkatan produktivitas melalui konektivitas dalam aneka wujud. Bandara, jaringan listrik, gas, bendungan, jalan, perlintasan trans-Jawa, trans-Sumatra, trans-Papua, tumbuh kekayaan ekonomis, sosiologis dan budaya.

Intensi pokok membangun jalan sambung menyambung adalah membuka daerah terisolir serta menormalkan harga logistik. Ada 33 ruas jalan tol lalu lintas darat, 106 pelabuhan,  dan 30 trayek tol laut serta 39 rute melayani jembatan udara.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johny G Plate, dalam rilisnya menyampaikan bahwa 2021 merupakan tahun penuh tantangan dan pelajaran sekaligus harapan. Inilah tahun yang menandai perjuangan bersama, membangun momentum kebangkitan Indonesia dari krisis Covid-19. Seluruh capaian dalam penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional ini merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa.

Kebijakan-kebijakan yang adaptif, responsif, penuh kehati-hatian menyeimbangkan pemulihan kesehatan serta kebangkitan ekonomi, perlu ditanamkan kuat-kuat sebagai langkah mitigasi.

Sebagai Pemimpin Nasional, Presiden Joko Widodo tak pernah lelah atau berjeda menyerukan solidaritas dan soliditas Indonesia dalam kebhinekaan. Jonhny Plate menambahkan, kita harus berani menciptakan lompatan besar(quantum leap), persisten dalam kecepatan berkarya, berinovasi, mengoptimasi transformasi dengan segala potensi.  (*/jay)



Most Read

Berita Terbaru