alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Kapal Barang Tenggelam di Perairan Sepudi, 15 ABK Selamat

SURABAYA – Kapal barang KM Fajar Nusantara tenggelam di perairan Sapudi, Sumenep, Madura, Rabu (22/6) dini hari. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, itu rencananya menuju ke Kalimantan. Namun, ketika berada perairan Sapudi, kapal ini tenggelam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa karena anak buah kapal (ABK) sebanyak 15 orang berhasil selamat. Kanit SAR Polairud Polda Jatim Iptu Guntur mengungkapkan, tenggelamnya kapal barang ini terjadi sekitar pukul 00.00. Anggotanya tidak menemukan kapal yang tenggelam di lokasi. Namun, ada 15 ABK yang menyelamatkan diri dan berada di liferaft atau rakit penolong.

“Diduga kapal sudah tenggelam ke dalam laut. Kami evakuasi ABK bersama Tim Basarnas,” kata Guntur.

Saat ini, belasan ABK ini dievakuasi ke Panarukan, Situbondo . Dari keterangan mereka, KM Fajar Nusantara tersebut hendak menuju ke Kalimantan. Kapal barang itu melaju seperti biasa hingga akhirnya karam diterpa ombak besar.

“Kapal diduga terkena cuaca buruk. Kami masih mintai keterangan ABK kapal, semuanya selamat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti saat menjelaskan, KM Fajar Nusantara berangkat dari Tanjung Perak menuju Balikpapan sekitar pukul 15.02 WIB. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan dan tiba koordinat 07°09’08.1”S /114°15’55.1”E sekitar pukul 21.14 WIB, nakhoda kapal memilih untuk tidak melintasi perairan Laut Jawa karena cuaca buruk.

Kapal kemudian memilih jalur di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, untuk menghindari gelombang yang lebih tinggi. Namun, setelah masuk perairan Sapudi, kapal dihantam gelombang besar dan tenggelam. “Niatnya karena cuaca tidak bersahabat, mereka mau berputar arah dan berlindung di sekitar Pulau Sapudi,” kata Widiarti.

Seusai tenggelam, 14 ABK bertahan di rakit buatan sisa-sisa barang kapal yang masih mengapung selama enam jam. Mereka kemudian ditemukan oleh salah seorang nelayan Situbondo dan dievakuasi ke Pelabuhan Panarukan.

Seluruh ABK yang ditemukan selamat itu kemudian tiba di Pelabuhan Panarukan sekitar pukul 08.00. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminta keterangan lebih lanjut,” katanya. (gun/rek)

SURABAYA – Kapal barang KM Fajar Nusantara tenggelam di perairan Sapudi, Sumenep, Madura, Rabu (22/6) dini hari. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, itu rencananya menuju ke Kalimantan. Namun, ketika berada perairan Sapudi, kapal ini tenggelam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa karena anak buah kapal (ABK) sebanyak 15 orang berhasil selamat. Kanit SAR Polairud Polda Jatim Iptu Guntur mengungkapkan, tenggelamnya kapal barang ini terjadi sekitar pukul 00.00. Anggotanya tidak menemukan kapal yang tenggelam di lokasi. Namun, ada 15 ABK yang menyelamatkan diri dan berada di liferaft atau rakit penolong.

“Diduga kapal sudah tenggelam ke dalam laut. Kami evakuasi ABK bersama Tim Basarnas,” kata Guntur.

Saat ini, belasan ABK ini dievakuasi ke Panarukan, Situbondo . Dari keterangan mereka, KM Fajar Nusantara tersebut hendak menuju ke Kalimantan. Kapal barang itu melaju seperti biasa hingga akhirnya karam diterpa ombak besar.

“Kapal diduga terkena cuaca buruk. Kami masih mintai keterangan ABK kapal, semuanya selamat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti saat menjelaskan, KM Fajar Nusantara berangkat dari Tanjung Perak menuju Balikpapan sekitar pukul 15.02 WIB. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan dan tiba koordinat 07°09’08.1”S /114°15’55.1”E sekitar pukul 21.14 WIB, nakhoda kapal memilih untuk tidak melintasi perairan Laut Jawa karena cuaca buruk.

Kapal kemudian memilih jalur di perairan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, untuk menghindari gelombang yang lebih tinggi. Namun, setelah masuk perairan Sapudi, kapal dihantam gelombang besar dan tenggelam. “Niatnya karena cuaca tidak bersahabat, mereka mau berputar arah dan berlindung di sekitar Pulau Sapudi,” kata Widiarti.

Seusai tenggelam, 14 ABK bertahan di rakit buatan sisa-sisa barang kapal yang masih mengapung selama enam jam. Mereka kemudian ditemukan oleh salah seorang nelayan Situbondo dan dievakuasi ke Pelabuhan Panarukan.

Seluruh ABK yang ditemukan selamat itu kemudian tiba di Pelabuhan Panarukan sekitar pukul 08.00. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meminta keterangan lebih lanjut,” katanya. (gun/rek)

Most Read

Berita Terbaru


/