26 C
Surabaya
Tuesday, January 31, 2023

Tangkap Terduga Teroris di Jogja, Amankan 2 Bom Rakitan dan Serbuk Peledak

JOGJAKARTA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menyatroni kediaman terduga teroris, Agus Wijayanto (AW), di Padukuhan Jetis Jogopaten RT 4 RW 31, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon, Sleman, DI Jogjakarta, Minggu (22/1). Dari hasil penggeledahan, tim Densus 88 menemukan dua bom rakitan dan sejumlah barang bukti (BB) lain yang langsung disita oleh petugas.

“Bahan peledak sudah diamankan dan diledakkan. Infonya ada satu gabungan, jadi dua (rakitan diduga bom, Red). Tadi pagi diledakkan di lapangan,” ujar Dukuh Jetis Jogopaten, Agus Suwardana, usai mendampingi penggeledahan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di lokasi, Minggu (22/1).

Selain itu, lanjut dia, petugas Gegana Sat Brimob Polda DIJ juga mengangkut sebuah karung dari dalam rumah AW. Namun dia tak mengetahui pasti isi karung tersebut. “Karung pasir atau apa, saya tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Viral Dikira Meninggal, Seorang Pengendara Hanya Pingsan

Adapun benda lain yang disita petugas berupa buku bacaan agama, kemudian serbuk menyerupai bahan peledak. Ada juga senjata pisau dapur, parang, dan golok. Serta kaos, jaket, buku rekening, buku bank, bukti transfer, dan lain-lain. “Serbuknya berada di botol kecil,” sebutnya.

Agus Suwardana menceritakan, AW merupakan warga asli setempat. AW berusia sekitar 38 tahun. Profesinya driver ojek online. AW sendiri sudah berkeluarga. Namun dia bercerai dengan istrinya. Di rumah tersebut, dia tinggal bersama orangtuanya dan adik-adiknya.

Namun dia tak mengetahui pasti rutinitas keseharian AW. Dia pribadi tidak mengenal baik AW, karena beda RW. “Informasi Pak RT, yang bersangkutan juga aktif kalau jamaah masjid. Jumatan juga hadir,” tambahnya. Sebelumnya, dia mengaku dihubungi petugas kepolisian sekitar pukul 09.00. Dia diminta untuk mendampingi pemeriksaan rumah terduga teroris itu.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Perum GSP Gresik

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Aris Supriyono mengungkapkan, jajaran Polda DIJ membantu melakukan pengamanan kegiatan Densus 88 Antiteror itu. Pengamanan dimulai sejak pukul 10.00. Pengamanan dimulai dari penangkapan, olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun disrupter atau pemusnahan langsung dua bom rakitan yang ditemukan itu.

“Kami melakukan pengamanan, polresta maupun dari Polda DIJ. Untuk hal-hal lain yang terkait dengan teknis, silakan hubungi Humas Mabes Polri atau Densus 88,” ujar perwira menengah yang baru beberapa hari menjabat kapolresta Sleman ini.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, saat penggeledaah di rumah AW, sejumlah polisi melakukan penjagaan dengan ketat. Sejumlah barang hasil penggeledahan selanjutnya oleh petugas dimasukkan ke dalam mobil Gegana dan diangkut petugas. Adanya peristiwa ini, sejumlah tetangga enggan berkomentar. Penggeledahan berakhir sekitar pukul 15.00. (mel/laz/rj/jay)

JOGJAKARTA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menyatroni kediaman terduga teroris, Agus Wijayanto (AW), di Padukuhan Jetis Jogopaten RT 4 RW 31, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon, Sleman, DI Jogjakarta, Minggu (22/1). Dari hasil penggeledahan, tim Densus 88 menemukan dua bom rakitan dan sejumlah barang bukti (BB) lain yang langsung disita oleh petugas.

“Bahan peledak sudah diamankan dan diledakkan. Infonya ada satu gabungan, jadi dua (rakitan diduga bom, Red). Tadi pagi diledakkan di lapangan,” ujar Dukuh Jetis Jogopaten, Agus Suwardana, usai mendampingi penggeledahan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di lokasi, Minggu (22/1).

Selain itu, lanjut dia, petugas Gegana Sat Brimob Polda DIJ juga mengangkut sebuah karung dari dalam rumah AW. Namun dia tak mengetahui pasti isi karung tersebut. “Karung pasir atau apa, saya tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolri Kaji Penambahan 2000 Personel untuk Densus 88 Antiteror

Adapun benda lain yang disita petugas berupa buku bacaan agama, kemudian serbuk menyerupai bahan peledak. Ada juga senjata pisau dapur, parang, dan golok. Serta kaos, jaket, buku rekening, buku bank, bukti transfer, dan lain-lain. “Serbuknya berada di botol kecil,” sebutnya.

Agus Suwardana menceritakan, AW merupakan warga asli setempat. AW berusia sekitar 38 tahun. Profesinya driver ojek online. AW sendiri sudah berkeluarga. Namun dia bercerai dengan istrinya. Di rumah tersebut, dia tinggal bersama orangtuanya dan adik-adiknya.

Namun dia tak mengetahui pasti rutinitas keseharian AW. Dia pribadi tidak mengenal baik AW, karena beda RW. “Informasi Pak RT, yang bersangkutan juga aktif kalau jamaah masjid. Jumatan juga hadir,” tambahnya. Sebelumnya, dia mengaku dihubungi petugas kepolisian sekitar pukul 09.00. Dia diminta untuk mendampingi pemeriksaan rumah terduga teroris itu.

Baca Juga :  Ali Masykuri Ajukan Banding

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol Aris Supriyono mengungkapkan, jajaran Polda DIJ membantu melakukan pengamanan kegiatan Densus 88 Antiteror itu. Pengamanan dimulai sejak pukul 10.00. Pengamanan dimulai dari penangkapan, olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun disrupter atau pemusnahan langsung dua bom rakitan yang ditemukan itu.

“Kami melakukan pengamanan, polresta maupun dari Polda DIJ. Untuk hal-hal lain yang terkait dengan teknis, silakan hubungi Humas Mabes Polri atau Densus 88,” ujar perwira menengah yang baru beberapa hari menjabat kapolresta Sleman ini.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, saat penggeledaah di rumah AW, sejumlah polisi melakukan penjagaan dengan ketat. Sejumlah barang hasil penggeledahan selanjutnya oleh petugas dimasukkan ke dalam mobil Gegana dan diangkut petugas. Adanya peristiwa ini, sejumlah tetangga enggan berkomentar. Penggeledahan berakhir sekitar pukul 15.00. (mel/laz/rj/jay)

Most Read

Berita Terbaru