alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Mendikbudristek Nadiem Minta Rektor Tidak Mempersulit Mahasiswa

SURABAYA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengadakan dialog Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bersama para rektor perguruan tinggi seluruh Jawa Timur di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Kamis (21/10). Nadiem menegaskan bahwa pendidikan di tanah air membutuhkan perubahan segera.

Nantinya, jika sistem pendidikan di Indonesia baik, negara-negara lain akan mencontoh. Walaupun baru pertama berjalan, ia berpesan agar tidak cepat lelah dan bisa bersama-sama dalam melewati masa yang sulit.

“Agar program berjalan sukses memang tak bisa sekali berhasil. Butuh percobaan kedua, ketiga, serta dibarengi evaluasi yang baik,” ujar Mas Menteri, sapaan akrab Menteri Nadiem Anwar Makarim.

Mas Menteri mewanti-wanti kepada para rektor dan kepala program studi di perguruan tinggi agar tidak membatasi mahasiswa dalam mengikuti program Kampus Merdeka yang punya syarat memenuhi 20 SKS per semesternya.

“Jangan pula mempersulit mahasiswa yang ingin belajar dan kredit semester di luar lini jurusannya. Pasalnya, zaman semakin maju dan mahasiswa tidak hanya butuh satu disiplin ilmu untuk bisa sukses dalam dunia kerja,” tegas Mas Menteri.

Selain itu, ada banyak kasus mahasiswa yang berkuliah tidak sesuai dengan minatnya. Karena itu, itu program MBKM yang bisa melakukan transfer SKS di luar ilmu disiplin ini benar-benar ditujukan untuk bisa belajar ilmu lain dengan merdeka. “Bisa saja mereka ke depan setelah lulus kuliah dapat berkarir dengan ilmu yang hanya diberikan sebatas tiga semester,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti Prof Ir Nizam menambahkan, ke depannya akan ditetapkan target 150 ribu mahasiswa berpartisipasi di MBKM, dan matching fund sebanyak lima kali lipat. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi tolakan yang baik bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Diharapkan nantinya output program ini dapat memperbaiki kualitas dari dunia industri, inovasi, dan pembangunan Indonesia ke depannya,” tutur Nizam.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, sebagai provinsi dengan perekonomian tertinggi kedua di Indonesia, Jawa Timur punya potensi besar untuk menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa harus memanfaatkan adanya program yang digagas oleh Kemendikbud. Program ini akan membuat mahasiswa lebih siap dan matang saat mereka lulus,” kata Emil.

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, konsep program MBKM adalah mahasiswa harus berani mencari ilmu, tidak hanya di kampus tapi menerapkannya sehingga menjadi lebih matang. “Banyak sekali program Jatim yang bisa disinergikan dengan program Kemendikbud,” katanya. (mus/rek)


SURABAYA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengadakan dialog Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bersama para rektor perguruan tinggi seluruh Jawa Timur di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Kamis (21/10). Nadiem menegaskan bahwa pendidikan di tanah air membutuhkan perubahan segera.

Nantinya, jika sistem pendidikan di Indonesia baik, negara-negara lain akan mencontoh. Walaupun baru pertama berjalan, ia berpesan agar tidak cepat lelah dan bisa bersama-sama dalam melewati masa yang sulit.

“Agar program berjalan sukses memang tak bisa sekali berhasil. Butuh percobaan kedua, ketiga, serta dibarengi evaluasi yang baik,” ujar Mas Menteri, sapaan akrab Menteri Nadiem Anwar Makarim.

Mas Menteri mewanti-wanti kepada para rektor dan kepala program studi di perguruan tinggi agar tidak membatasi mahasiswa dalam mengikuti program Kampus Merdeka yang punya syarat memenuhi 20 SKS per semesternya.

“Jangan pula mempersulit mahasiswa yang ingin belajar dan kredit semester di luar lini jurusannya. Pasalnya, zaman semakin maju dan mahasiswa tidak hanya butuh satu disiplin ilmu untuk bisa sukses dalam dunia kerja,” tegas Mas Menteri.

Selain itu, ada banyak kasus mahasiswa yang berkuliah tidak sesuai dengan minatnya. Karena itu, itu program MBKM yang bisa melakukan transfer SKS di luar ilmu disiplin ini benar-benar ditujukan untuk bisa belajar ilmu lain dengan merdeka. “Bisa saja mereka ke depan setelah lulus kuliah dapat berkarir dengan ilmu yang hanya diberikan sebatas tiga semester,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti Prof Ir Nizam menambahkan, ke depannya akan ditetapkan target 150 ribu mahasiswa berpartisipasi di MBKM, dan matching fund sebanyak lima kali lipat. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi tolakan yang baik bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Diharapkan nantinya output program ini dapat memperbaiki kualitas dari dunia industri, inovasi, dan pembangunan Indonesia ke depannya,” tutur Nizam.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, sebagai provinsi dengan perekonomian tertinggi kedua di Indonesia, Jawa Timur punya potensi besar untuk menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Mahasiswa harus memanfaatkan adanya program yang digagas oleh Kemendikbud. Program ini akan membuat mahasiswa lebih siap dan matang saat mereka lulus,” kata Emil.

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, konsep program MBKM adalah mahasiswa harus berani mencari ilmu, tidak hanya di kampus tapi menerapkannya sehingga menjadi lebih matang. “Banyak sekali program Jatim yang bisa disinergikan dengan program Kemendikbud,” katanya. (mus/rek)



Most Read

Berita Terbaru