alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Kurang dari 6 Jam, Genangan Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Surut

SEMARANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Semarang melakukan langkah cepat menangani genangan air rob yang masuk di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai dampak fenomena alam tahunan banjir rob di kawasan pesisir utara kota Semarang. Hasilnya, kurang dari 6 jam kawasan pelabuhan yang sempat tergenang kembali surut sehingga tidak mengganggu operasional pelabuhan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Semarang, Hardianto mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi usai menerima himbauan prediksi fenomena rob dari BMKG Tanjung Emas Semarang tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan 56 pompa air milik Pelindo dengan kapasitas rata rata 800 liter per detik yang berada di wilayah pelabuhan.

“Sejauh ini untuk genangan rob relatif bisa kita tangani dengan baik dan cepat usai kita mengoptimalkan seluruh pompa air. Kapasitas pompa kita mampu mengatasi genangan air yang masuk ke kawasan pelabuhan. Dampaknya aktivitas operasional selama terjadi rob tetap berjalan tanpa gangguan,” kata Hardianto.

Hardianto menambahkan pihaknya juga sedang melakukan percepatan pembangunan tanggul milik PT Lamicitra yang sempat jebol, beberapa waktu lalu. Pihaknya mengatakan jika perbaikan tanggul PT Lamicitra dilakukan dengan membangun ulang tanggul permanen dan menguatkan tanggul eksisting sehingga kemungkinan banjir rob akibat tanggul jebol bisa diminimalisir.

“Segala macam kemungkinan risiko sudah kami antisipasi untuk mengatasi fenomena rob yang terjadi di kawasan pesisir utara kota Semarang. Salah satunya juga melakukan percepatan pembangunan tanggul permanen milik PT Lamicitra yang jebol, beberapa waktu lalu,” pungkas Hardianto, GM Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Emas Semarang memberikan himbauan kepada warga dan perusahaan di kawasan pesisir pantai Semarang terkait prediksi fenomena banjir rob dengan prediksi ketinggian air mencapai 1,1 meter mulai dari tanggal 19 Juni hingga 23 Juni mendatang. (*/hms/jay)

SEMARANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Semarang melakukan langkah cepat menangani genangan air rob yang masuk di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai dampak fenomena alam tahunan banjir rob di kawasan pesisir utara kota Semarang. Hasilnya, kurang dari 6 jam kawasan pelabuhan yang sempat tergenang kembali surut sehingga tidak mengganggu operasional pelabuhan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Semarang, Hardianto mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi usai menerima himbauan prediksi fenomena rob dari BMKG Tanjung Emas Semarang tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan 56 pompa air milik Pelindo dengan kapasitas rata rata 800 liter per detik yang berada di wilayah pelabuhan.

“Sejauh ini untuk genangan rob relatif bisa kita tangani dengan baik dan cepat usai kita mengoptimalkan seluruh pompa air. Kapasitas pompa kita mampu mengatasi genangan air yang masuk ke kawasan pelabuhan. Dampaknya aktivitas operasional selama terjadi rob tetap berjalan tanpa gangguan,” kata Hardianto.

Hardianto menambahkan pihaknya juga sedang melakukan percepatan pembangunan tanggul milik PT Lamicitra yang sempat jebol, beberapa waktu lalu. Pihaknya mengatakan jika perbaikan tanggul PT Lamicitra dilakukan dengan membangun ulang tanggul permanen dan menguatkan tanggul eksisting sehingga kemungkinan banjir rob akibat tanggul jebol bisa diminimalisir.

“Segala macam kemungkinan risiko sudah kami antisipasi untuk mengatasi fenomena rob yang terjadi di kawasan pesisir utara kota Semarang. Salah satunya juga melakukan percepatan pembangunan tanggul permanen milik PT Lamicitra yang jebol, beberapa waktu lalu,” pungkas Hardianto, GM Pelindo Cabang Tanjung Emas Semarang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Emas Semarang memberikan himbauan kepada warga dan perusahaan di kawasan pesisir pantai Semarang terkait prediksi fenomena banjir rob dengan prediksi ketinggian air mencapai 1,1 meter mulai dari tanggal 19 Juni hingga 23 Juni mendatang. (*/hms/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/