alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Presiden AS Joe Biden Penasaran Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Drastis

SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut penurunan kasus Covid-19 di Indonesia memancing rasa penasaran dunia internasional. Salah satunya Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Penanganan Covid-19 di Indonesia telah berhasil membuat kasus korona yang sempat melonjak menjadi terkendali.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan kabupaten/kota terbanyak yang masuk kriteria PPKM Level 1, yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan. “Inmendagri Nomor 53 baru terbit. Dari asesmen PPKM, yang level 1 ternyata Jawa Timur terbanyak di antara seluruh provinsi se-Jawa dan Bali,” ujarnya, Rabu (20/10).

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sempat memberitahu dirinya bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden penasaran dengan pola penanganan Covid-19 di Indonesia. “Pada tanggal 12 Oktober lalu, Pak Presiden datang ke Gresik. Ketika akan kembali, saat berada di Bandara Juanda, beliau tanya, Mbak Khofifah, saya ini ditanya oleh Joe Biden, apa yang menjadikan kasus Covid-19 di Indonesia melandai. Setelah melonjak secara eksponensial,” katanya.

Setelah memberi tahu bahwa Joe Biden menanyakan pola penanganan Covid-19 di Indonesia, lanjut Khofifah, Presiden Jokowi ganti bertanya kepada dirinya tentang penanganan Covid-19 di Jatim.

“Pak Jokowi ganti tanya kepada saya. Apa yang menjadikan kasus Covid-19 di Jatim ini melandai luar biasa, sehingga asesmen level 1 Jatim ini paling banyak di antara seluruh provinsi di Indonesia. Saya bilang, doa, Pak. Karena semua provinsi kerja keras, tapi menurut saya yang membedakan adalah doa para kiai dan santri ini istiqamah,” katanya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi menyebut tingkat penyebaran/penularan Covid-19 atau di Kota Batu dan Trenggalek masih belum normal sehingga perlu mendapat perhatian dan kewaspadaan. Sesuai dengan standar WHO, angka normal untuk RT Covid-19 adalah 1. Saat ini RT di Jatim berada di angka 0,37 atau di bawah angka 1. “Namun, Kota Batu dan Trenggalek masih berada di atas angka 1. Jadi, belum normal,” katanya.

Jibril menjelaskan, RT merupakan tingkat penyebaran virus yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat setempat. Naik turunnya RT bisa dilihat dari tinggi rendahnya mobilitas masyarakat. Data penambahan kasus maupun pasien sembuh belum tentu menunjukkan RT virus membaik. “Ada indikator yang menentukan,” jelasnya.

Jibril meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah meskipun tren Covid-19 sudah melandai. Ia juga meminta masyarakat tidak mengasumsikan bahwa Covid-19 telah berakhir dan mengesampingkan protokol kesehatan. “Pemahaman yang seperti itu bisa memicu kembali lonjakan kasus Covid-19,” pungkasnya. (mus/rek)


SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut penurunan kasus Covid-19 di Indonesia memancing rasa penasaran dunia internasional. Salah satunya Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Penanganan Covid-19 di Indonesia telah berhasil membuat kasus korona yang sempat melonjak menjadi terkendali.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan kabupaten/kota terbanyak yang masuk kriteria PPKM Level 1, yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan. “Inmendagri Nomor 53 baru terbit. Dari asesmen PPKM, yang level 1 ternyata Jawa Timur terbanyak di antara seluruh provinsi se-Jawa dan Bali,” ujarnya, Rabu (20/10).

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sempat memberitahu dirinya bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden penasaran dengan pola penanganan Covid-19 di Indonesia. “Pada tanggal 12 Oktober lalu, Pak Presiden datang ke Gresik. Ketika akan kembali, saat berada di Bandara Juanda, beliau tanya, Mbak Khofifah, saya ini ditanya oleh Joe Biden, apa yang menjadikan kasus Covid-19 di Indonesia melandai. Setelah melonjak secara eksponensial,” katanya.

Setelah memberi tahu bahwa Joe Biden menanyakan pola penanganan Covid-19 di Indonesia, lanjut Khofifah, Presiden Jokowi ganti bertanya kepada dirinya tentang penanganan Covid-19 di Jatim.

“Pak Jokowi ganti tanya kepada saya. Apa yang menjadikan kasus Covid-19 di Jatim ini melandai luar biasa, sehingga asesmen level 1 Jatim ini paling banyak di antara seluruh provinsi di Indonesia. Saya bilang, doa, Pak. Karena semua provinsi kerja keras, tapi menurut saya yang membedakan adalah doa para kiai dan santri ini istiqamah,” katanya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi menyebut tingkat penyebaran/penularan Covid-19 atau di Kota Batu dan Trenggalek masih belum normal sehingga perlu mendapat perhatian dan kewaspadaan. Sesuai dengan standar WHO, angka normal untuk RT Covid-19 adalah 1. Saat ini RT di Jatim berada di angka 0,37 atau di bawah angka 1. “Namun, Kota Batu dan Trenggalek masih berada di atas angka 1. Jadi, belum normal,” katanya.

Jibril menjelaskan, RT merupakan tingkat penyebaran virus yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat setempat. Naik turunnya RT bisa dilihat dari tinggi rendahnya mobilitas masyarakat. Data penambahan kasus maupun pasien sembuh belum tentu menunjukkan RT virus membaik. “Ada indikator yang menentukan,” jelasnya.

Jibril meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah meskipun tren Covid-19 sudah melandai. Ia juga meminta masyarakat tidak mengasumsikan bahwa Covid-19 telah berakhir dan mengesampingkan protokol kesehatan. “Pemahaman yang seperti itu bisa memicu kembali lonjakan kasus Covid-19,” pungkasnya. (mus/rek)



Most Read

Berita Terbaru