alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, June 29, 2022

Musda Partai Demokrat Jatim Akan Digelar Akhir Tahun

SURABAYA – Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio akhirnya angkat bicara terkait ramainya perbincangan terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda)  Partai Demokrat Jatim.

Menurutnya pelaksanaan Musda Partai Demokrat Jatim tidak akan digelar dalam waktu dekat. “Belum ada pembicaraan di DPP terkait pelaksanaan Musda Partai Demokrat Jatim,” ujar Renville.

Renville menambahkan pelaksanaan Musda untuk Jatim memang akan diselenggarakan tahun ini. Namun karena banyak hal yang sedang dilakukan DPP, kemungkinan musda akan berlangsung pada bulan September mendatang.

“Banyak hal yang harus dikerjakan DPP sampai saat ini yang lebih urgent. Sehingga kemungkinan besar nanti setelah lebaran. Ya kalau kita berharap pada saat ulang tahun Partai Demokrat,” ungkapnya.

Renville menambahkan Musda tidak digelar dalam waktu dekat karena ada beberapa pertimbangan. Yakni konsentrasi DPP terkait munculnya bencana di beberap wilayah di Indonesia.

“Saat ini fokus melakukan monitoring dan memberikan bantuan pada korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Setelah itu kita akan memasuki bulan puasa dan disusul lebaran. Ya kemungkinan akhir tahun. Syukur-syukur bisa digelar saat ulang tahun Partai,” jelasnya.

Terkait sosok calon yang ramai dibicarakan saat ini, Renville yang juga mantan Plt ketua DPD Partai Demokrat Jatim mengatakan semua tergantung DPC yang punya hak suara dalam Musda nanti.

“Tapi mereka kata mas Bayu (Sekretaris) dan bu Anti (Bendahara) kelihatannya sudah bulat akan mendukung mas Emil Dardak yang saat ini Plt Ketua Jatim, untuk di tetapkan secara aklamsi sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jatim,” jelasnya.

Sementara itu pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga Suko Widodo menyebut bahwa penundaan secara tiba-tiba Musda Partai Demokrat Jatim itu merupakan keputusan yang kurang tepat. Mengingat, saat inilah momentum yang baik karena demokrat tengah menjadi perhatian publik sejak munculnya dugaan adanya gerakan kudeta terhadap kepemimpnan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dimotori orang dekat istana kepresidenan.

“Menurut saya justru sekarang ini momentum yang tepat untuk menggelar Musda. Sebaliknya, kalau ditunda saya khawatir justru muncul isu kontrapoduktif dan musda tidak berjalan secara alamiah,” katanya.

Suko mengatakan proses alami dalam iklim demokrasi adalah pemimpin itu lahir dari bawah (bottom up) atau sesuai pilihan warga (DPC). Dan tidak ada rekayasa top down (penunjukan dari atas).

“Tokoh muda Partai Demokrat yang banyak dibicarakan yakni  Bayu Airlangga saya kira layak memimpin Demokrat Jatim, termasuk Emil Dardak.  Soal siapa yang dipilih, itu serahkan warga demokrat karena pilihannya bebas,” terangnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Suko pemilu 2024 sudah cukup dekat sehingga perlu dipersiapkan dengan baik agar Partai Demokrat bisa kembali berjaya baik di tingkat Jatim maupun nasional. “Mempertahankan kemenangan itu lebih berat daripada meraih kemenangan. Peluang Demokrat berjaya kembali saya kira cukup besar,” tuturnya.

Terkait adanya dukungan terhadap Bayu Airlangga oleh 29 DPC Partai Demokrat se Jatim, Suko mengatakan  surat-surat dukungan tersebut menunjukkan di Demokrat muncul iklim demokrasi. “Tak ada rekayasa apapun dan perintah dari DPP,” jelasnya. (mus/rak)

SURABAYA – Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio akhirnya angkat bicara terkait ramainya perbincangan terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda)  Partai Demokrat Jatim.

Menurutnya pelaksanaan Musda Partai Demokrat Jatim tidak akan digelar dalam waktu dekat. “Belum ada pembicaraan di DPP terkait pelaksanaan Musda Partai Demokrat Jatim,” ujar Renville.

Renville menambahkan pelaksanaan Musda untuk Jatim memang akan diselenggarakan tahun ini. Namun karena banyak hal yang sedang dilakukan DPP, kemungkinan musda akan berlangsung pada bulan September mendatang.

“Banyak hal yang harus dikerjakan DPP sampai saat ini yang lebih urgent. Sehingga kemungkinan besar nanti setelah lebaran. Ya kalau kita berharap pada saat ulang tahun Partai Demokrat,” ungkapnya.

Renville menambahkan Musda tidak digelar dalam waktu dekat karena ada beberapa pertimbangan. Yakni konsentrasi DPP terkait munculnya bencana di beberap wilayah di Indonesia.

“Saat ini fokus melakukan monitoring dan memberikan bantuan pada korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Setelah itu kita akan memasuki bulan puasa dan disusul lebaran. Ya kemungkinan akhir tahun. Syukur-syukur bisa digelar saat ulang tahun Partai,” jelasnya.

Terkait sosok calon yang ramai dibicarakan saat ini, Renville yang juga mantan Plt ketua DPD Partai Demokrat Jatim mengatakan semua tergantung DPC yang punya hak suara dalam Musda nanti.

“Tapi mereka kata mas Bayu (Sekretaris) dan bu Anti (Bendahara) kelihatannya sudah bulat akan mendukung mas Emil Dardak yang saat ini Plt Ketua Jatim, untuk di tetapkan secara aklamsi sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jatim,” jelasnya.

Sementara itu pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga Suko Widodo menyebut bahwa penundaan secara tiba-tiba Musda Partai Demokrat Jatim itu merupakan keputusan yang kurang tepat. Mengingat, saat inilah momentum yang baik karena demokrat tengah menjadi perhatian publik sejak munculnya dugaan adanya gerakan kudeta terhadap kepemimpnan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dimotori orang dekat istana kepresidenan.

“Menurut saya justru sekarang ini momentum yang tepat untuk menggelar Musda. Sebaliknya, kalau ditunda saya khawatir justru muncul isu kontrapoduktif dan musda tidak berjalan secara alamiah,” katanya.

Suko mengatakan proses alami dalam iklim demokrasi adalah pemimpin itu lahir dari bawah (bottom up) atau sesuai pilihan warga (DPC). Dan tidak ada rekayasa top down (penunjukan dari atas).

“Tokoh muda Partai Demokrat yang banyak dibicarakan yakni  Bayu Airlangga saya kira layak memimpin Demokrat Jatim, termasuk Emil Dardak.  Soal siapa yang dipilih, itu serahkan warga demokrat karena pilihannya bebas,” terangnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Suko pemilu 2024 sudah cukup dekat sehingga perlu dipersiapkan dengan baik agar Partai Demokrat bisa kembali berjaya baik di tingkat Jatim maupun nasional. “Mempertahankan kemenangan itu lebih berat daripada meraih kemenangan. Peluang Demokrat berjaya kembali saya kira cukup besar,” tuturnya.

Terkait adanya dukungan terhadap Bayu Airlangga oleh 29 DPC Partai Demokrat se Jatim, Suko mengatakan  surat-surat dukungan tersebut menunjukkan di Demokrat muncul iklim demokrasi. “Tak ada rekayasa apapun dan perintah dari DPP,” jelasnya. (mus/rak)

Most Read

Berita Terbaru


/