alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Juragan Air Isi Ulang di Dibunuh, Pelaku Kabur Naik Motor Matik

spot_img

SURABAYA – Seorang pemilik usaha air isi ulang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam ruko Jalan Manukan Tama A3/6, Tandes, Surabaya, Jumat (7/1) sekitar pukul 04.30. Korban, Suyatio, 67, warga setempat, mengalami luka tusukan senta tajam (sajam) di bagian kepala.

Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto mengatakan, awalnya mendapat laporan adanya pembunuhan sekitar pukul 04.30. Anggota Polsek Tandes bersama Tim Inafis dan Satreskrim Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk olah TKP dan identifikasi korban.

Petugas menemukan korban tergeletak bersimbah darah di lantai satu rumah yang dijadikan tempat usaha air isi ulang. “Memang benar terjadi pembunuhan di Manukan Tama, Tandes. Kami Polsek Tandes dan Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah olah TKP. Untuk motif masih dalami,” ujar Hendry saat ditemui di lokasi, Jumat (7/1).

Hendry menjelaskan, pelaku pembunuhan masih dalam penyelidikan. Korban di rumah tersebut tinggal bersama istrinya. “Saksi (istrinya) masih hidup. Saat ini masih diperiksa,” terangnya.

Mantan Kapolsek Rungkut ini menuturkan, ada empat bekas tusukan senjata tajam (sajam) di bagian kepala. Di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas perusakan atau pembobolan rumah. Barang berharga milik korban juga tidak ada yang hilang.

Informasi yang dihimpun, pelaku menghabisi korban sekitar pukul 03.45. Sebelum tewas korban sempat berteriak. Salah seorang saksi penjaga warung yang awalnya main game ke lokasi untuk mengecek sumber suara teriakan. Saat itu kondisi pintu harmonika depan terbuka sedikit. Di lantai depan pintu ruko terdapat bercak darah dan listrik mati.

Saksi lalu memanggil rekannya yang ada di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, ada seorang lelaki bertubuh besar pakaian hitam, diduga pelaku, keluar dari dalam ruko membawa senjata tajam (sajam). Terduga pelaku lari ke barat menuju jalur seberang (jalur arah utara) Jalan Manukan Tama. Pelaku menaiki motor jenis matik warna hitam yang terparkir di seberang jalan depan lapak sol sepatu, kemudian kabur ke arah utara.

Sumber internal kepolisian menyebut, korban setiap pagi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00, biasa menerima truk tangki air isi ulang. Namun, korban malam sebelumnya menghubungi pengirim air atau tidak belum diketahui. Saat kejadian, listrik ruko diduga dimatikan oleh pelaku.

Pintu harmonika ruko juga sempat ditutup oleh pelaku usai kejadian. Tak hanya itu. Di dalam ruko juga sempat terdengar suara gaduh seperti orang lari dan beberapa kali senter menyala.

“Lukanya di kepala, sepertinya bekas sajam. Mungkin kehabisan darah meninggal,” ucap sumber internal kepolisian di lokasi.

Salah satu saudara korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa korban sehari-hari membuka usaha isi ulang air minum dan jualan tabung gas elpiji.

“Dia tinggal bersama istri. Anaknya di Jakarta,” sebutnya. Pria berpostur tinggi ini mengaku, mendapat kabar saudaranya meninggal dunia dibunuh sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelakunya. (rus/rek)

SURABAYA – Seorang pemilik usaha air isi ulang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam ruko Jalan Manukan Tama A3/6, Tandes, Surabaya, Jumat (7/1) sekitar pukul 04.30. Korban, Suyatio, 67, warga setempat, mengalami luka tusukan senta tajam (sajam) di bagian kepala.

Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto mengatakan, awalnya mendapat laporan adanya pembunuhan sekitar pukul 04.30. Anggota Polsek Tandes bersama Tim Inafis dan Satreskrim Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk olah TKP dan identifikasi korban.

Petugas menemukan korban tergeletak bersimbah darah di lantai satu rumah yang dijadikan tempat usaha air isi ulang. “Memang benar terjadi pembunuhan di Manukan Tama, Tandes. Kami Polsek Tandes dan Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah olah TKP. Untuk motif masih dalami,” ujar Hendry saat ditemui di lokasi, Jumat (7/1).

Hendry menjelaskan, pelaku pembunuhan masih dalam penyelidikan. Korban di rumah tersebut tinggal bersama istrinya. “Saksi (istrinya) masih hidup. Saat ini masih diperiksa,” terangnya.

Mantan Kapolsek Rungkut ini menuturkan, ada empat bekas tusukan senjata tajam (sajam) di bagian kepala. Di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas perusakan atau pembobolan rumah. Barang berharga milik korban juga tidak ada yang hilang.

Informasi yang dihimpun, pelaku menghabisi korban sekitar pukul 03.45. Sebelum tewas korban sempat berteriak. Salah seorang saksi penjaga warung yang awalnya main game ke lokasi untuk mengecek sumber suara teriakan. Saat itu kondisi pintu harmonika depan terbuka sedikit. Di lantai depan pintu ruko terdapat bercak darah dan listrik mati.

Saksi lalu memanggil rekannya yang ada di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, ada seorang lelaki bertubuh besar pakaian hitam, diduga pelaku, keluar dari dalam ruko membawa senjata tajam (sajam). Terduga pelaku lari ke barat menuju jalur seberang (jalur arah utara) Jalan Manukan Tama. Pelaku menaiki motor jenis matik warna hitam yang terparkir di seberang jalan depan lapak sol sepatu, kemudian kabur ke arah utara.

Sumber internal kepolisian menyebut, korban setiap pagi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00, biasa menerima truk tangki air isi ulang. Namun, korban malam sebelumnya menghubungi pengirim air atau tidak belum diketahui. Saat kejadian, listrik ruko diduga dimatikan oleh pelaku.

Pintu harmonika ruko juga sempat ditutup oleh pelaku usai kejadian. Tak hanya itu. Di dalam ruko juga sempat terdengar suara gaduh seperti orang lari dan beberapa kali senter menyala.

“Lukanya di kepala, sepertinya bekas sajam. Mungkin kehabisan darah meninggal,” ucap sumber internal kepolisian di lokasi.

Salah satu saudara korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa korban sehari-hari membuka usaha isi ulang air minum dan jualan tabung gas elpiji.

“Dia tinggal bersama istri. Anaknya di Jakarta,” sebutnya. Pria berpostur tinggi ini mengaku, mendapat kabar saudaranya meninggal dunia dibunuh sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelakunya. (rus/rek)

Most Read

Berita Terbaru