RADAR SURABAYA - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran secara terbuka menyatakan akan menargetkan fasilitas teknologi milik perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip Tasnim News Agency, media yang terafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), daftar kantor dan infrastruktur milik perusahaan AS yang memiliki hubungan dengan Israel kini masuk dalam kategori target serangan.
Tasnim menyebut bahwa cakupan perang regional kini meluas menjadi perang infrastruktur. “Seiring dengan meluasnya cakupan perang regional menjadi perang infrastruktur, cakupan target sah Iran juga ikut meluas,” tulis kantor berita tersebut, Kamis (12/3).
Dalam daftar yang dirilis, sejumlah perusahaan besar seperti Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle disebut sebagai target. Lokasi kantor dan infrastruktur yang masuk daftar berada di beberapa kota di Israel serta sejumlah negara Timur Tengah.
Google diketahui memiliki markas kawasan Timur Tengah di Dubai, sementara Microsoft memiliki kantor regional besar di Abu Dhabi. Keduanya juga memiliki kantor di Israel.
Selain sektor teknologi, Iran memperingatkan akan menargetkan pusat ekonomi dan perbankan yang berhubungan dengan entitas AS dan Israel.
Warga sipil bahkan diimbau untuk tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank yang berpotensi menjadi sasaran.
Beberapa hari sebelum pernyataan ini, fasilitas pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dilaporkan terkena serangan drone.
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan struktural, gangguan aliran listrik, serta kebakaran yang harus dipadamkan. Upaya pemadaman dengan air justru menimbulkan kerusakan tambahan pada sistem. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari