Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dalam 3 Hari, 2 Toko Kembang Api di China Meledak, Total 20 Orang Tewas

Nurista Purnamasari • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:00 WIB

 

Kebakaran akibat ledakan toko kembang api di Jiangsu, China yang menewaskan 8 orang.
Kebakaran akibat ledakan toko kembang api di Jiangsu, China yang menewaskan 8 orang.

RADAR SURABAYA - Perayaan Tahun Baru Imlek di China kembali diwarnai tragedi maut. Dalam tiga hari, dua toko kembang api meledak dan menewaskan puluhan orang.

Kejadian pertama terjadi pada Senin (16/2), ledakan di toko kembang api di provinsi Jiangsu, China timur, menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya.

Menurut pernyataan pemerintah daerah di Kabupaten Donghai yang diunggah melalui media sosial, insiden terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Ledakan disebut dipicu oleh “pelepasan kembang api yang tidak semestinya” oleh satu atau lebih warga desa di dekat toko tersebut.

“Tim dari badan penanggulangan darurat, pemadam kebakaran, kepolisian, serta layanan kesehatan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan dan penanganan situasi,” kata otoritas Donghai, dikutip dari Channel News Asia, Senin (16/2).

Api yang muncul akibat ledakan berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00. Delapan orang dinyatakan tewas, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar ringan.

Penyelidikan masih berlangsung dan pihak yang dianggap bertanggung jawab telah diamankan.
Insiden kedua terjadi di toko kembang api di kota Zhengji, provinsi Hubei, menewaskan 12 orang pada Rabu (18/2).

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah ledakan serupa di provinsi Jiangsu yang menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, kebakaran dan ledakan di Zhengji terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Api melahap area seluas 50 meter persegi sebelum berhasil dipadamkan.

“Kebakaran tersebut meliputi area sekitar 50 meter persegi dan telah mengakibatkan 12 kematian,” ungkap otoritas setempat.

Sebagai respons atas serangkaian insiden tersebut, Kementerian Manajemen Darurat China mendesak seluruh perusahaan kembang api untuk memperketat pengawasan dan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap risiko keselamatan.

Mereka juga memperingatkan warga agar tidak melakukan praktik berbahaya seperti uji tembak atau merokok di sekitar toko kembang api.

“Pemerintah pusat meminta seluruh daerah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap industri kembang api. Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama, terutama di masa liburan Imlek,” ujar perwakilan Kementerian Manajemen Darurat.

Tragedi di Zhengji dan Jiangsu menegaskan bahwa tradisi menyalakan kembang api saat Imlek masih menyimpan risiko besar, terutama di wilayah dengan pengawasan minim.

Pemerintah China kini berkomitmen memperketat regulasi dan inspeksi agar perayaan budaya tidak lagi berujung pada kehilangan nyawa. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#China #tahun baru imlek #kebakaran #korban jiwa #tradisi #toko kembang api meledak