RADAR SURABAYA — Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Mahkamah Kerajaan setelah hasil rukyatulhilal yang dilakukan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan hilal telah terlihat.
Penetapan awal Ramadan ini sekaligus menandai dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Pengumuman disampaikan pada Selasa (17/2) waktu setempat melalui kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).
Ucapan Selamat dari Kerajaan
Dalam pernyataan resminya, Mahkamah Agung menyampaikan ucapan selamat kepada Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, serta Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Ucapan selamat juga ditujukan kepada seluruh warga negara, penduduk Arab Saudi, serta umat Islam di seluruh dunia.
Dalam doa yang disampaikan, pihak kerajaan memohon agar Allah Swt. melimpahkan keberkahan Ramadan, menerima amal ibadah umat Islam, mempererat persatuan, serta menjaga keamanan dan kemakmuran negara.
Rukyatulhilal dan Standar Penetapan
Penetapan awal Ramadan di Arab Saudi dilakukan melalui mekanisme rukyatulhilal yang dikoordinasikan Mahkamah Agung.
Observasi dilakukan di sejumlah titik pemantauan resmi dengan melibatkan para ahli falak dan saksi yang kompeten.
Keputusan ini menjadi rujukan penting bagi sejumlah negara yang mengikuti hasil rukyat Arab Saudi dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan dan Idul Fitri.
Momentum Spiritual Umat Islam
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.
Selain menjalankan ibadah puasa, umat Muslim juga memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan sedekah dan amal kebajikan.
Dengan ditetapkannya 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, umat Islam di Arab Saudi bersiap menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan, baik secara spiritual maupun sosial.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan