Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rio de Janeiro Bergejolak, Operasi Antinarkoba Tewaskan 119

Nurista Purnamasari • Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:05 WIB
Operasi antinarkoba di Rio de Janeiro yang melibatkan 2.500 personel menewaskan 119 orang, termasuk 4 polisi.
Operasi antinarkoba di Rio de Janeiro yang melibatkan 2.500 personel menewaskan 119 orang, termasuk 4 polisi.

RADAR SURABAYA - Operasi antinarkoba berskala besar yang dilancarkan aparat keamanan Brasil di Rio de Janeiro pada Selasa (28/10), berujung pada tragedi berdarah. Sebanyak 119 orang dilaporkan tewas, termasuk empat petugas kepolisian.

Operasi ini menyasar jaringan pengedar narkoba di wilayah favela Penha dan Complexo do Alemão, yang dikenal sebagai basis kelompok kriminal Comando Vermelho.

Skala kekerasan yang terjadi memicu kecaman dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Presiden Brasil dan Sekretaris Jenderal PBB.

Menurut Kepala Keamanan Negara Bagian Rio, Victor Santos, operasi melibatkan 2.500 personel gabungan dari kepolisian dan militer, serta 32 kendaraan lapis baja.

Tujuannya adalah untuk menghentikan ekspansi teritorial Comando Vermelho yang disebut melawan aparat dengan senjata berat dan granat yang diluncurkan dari drone.

“Tingkat mematikan dari operasi ini sudah diperkirakan, tetapi tidak diinginkan,” kata Santos dalam konferensi pers.

Meski otoritas Rio menyatakan bahwa semua korban adalah pelaku kriminal, Kantor Pembela Umum negara bagian menyebut jumlah korban sebenarnya mencapai 132 orang dan menyoroti penggunaan kekuatan yang dianggap tidak proporsional.

Sekretaris Kepolisian Rio, Felipe Curi, menambahkan bahwa jenazah tambahan ditemukan di area berhutan, dengan kondisi mengenakan pakaian dalam, berbeda dari laporan awal yang menyebut mereka mengenakan perlengkapan tempur.

Gubernur Rio, Claudio Castro, membela tindakan aparat dan menyebut bahwa “satu-satunya korban sejati adalah petugas polisi.”

Namun, Menteri Kehakiman Brasil, Ricardo Lewandowski, menyatakan bahwa Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa “ngeri” dengan jumlah korban jiwa dan terkejut operasi sebesar itu dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal.

Di tingkat internasional, Sekjen PBB Antonio Guterres melalui juru bicara Stephane Dujarric mendesak pemerintah Brasil untuk segera melakukan investigasi.

Ia menekankan bahwa penggunaan kekuatan dalam operasi kepolisian harus mematuhi hukum dan standar hak asasi manusia internasional

Operasi antinarkoba di Rio de Janeiro menjadi sorotan dunia karena tingginya angka kematian dan dugaan pelanggaran HAM.

Pemerintah Brasil menghadapi tekanan untuk membuka penyelidikan transparan dan mengevaluasi pendekatan keamanan yang digunakan.

Dengan 81 orang ditangkap dan wilayah Zona Utara Rio masih dalam status waspada, insiden ini menambah daftar panjang kekerasan aparat di Brasil, yang pada 2024 mencatat hampir 700 kematian dalam operasi polisi.

Investigasi mendalam dan reformasi kebijakan keamanan menjadi tuntutan utama agar tragedi serupa tidak terulang.
(trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#brazil #antinarkoba #korban jiwa #pelaku kriminal #rio de janeiro