Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Era Baru Industri Kreatif Dimulai, Universal dan Warner Dekati Kesepakatan Lisensi Musik AI

Nurista Purnamasari • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:48 WIB
Ilustrasi musisi.
Ilustrasi musisi.

RADAR SURABAYA - Industri musik global bersiap memasuki era baru. Dua label raksasa, Universal Music Group (UMG) dan Warner Music Group (WMG), dilaporkan tengah merampungkan kesepakatan lisensi penting dengan sejumlah perusahaan teknologi dan startup kecerdasan buatan (AI).

Tujuannya menciptakan kerangka kerja yang adil dan terstruktur untuk penggunaan katalog musik dalam pelatihan model AI dan produksi musik generatif

Menurut laporan Financial Times, kesepakatan ini diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu ke depan dan menjadi kontrak skala besar pertama yang menetapkan aturan penggunaan musik di era AI.

Negosiasi melibatkan nama-nama besar seperti Google dan Spotify, serta startup AI seperti Klay Vision, ElevenLabs, Stability AI, Suno, dan Udio

Royalti untuk Musik yang Digunakan AI

Poin utama dalam negosiasi adalah sistem kompensasi. Label musik mendorong penerapan model pembayaran mikro (micropayment) yang mirip dengan layanan streaming.

Artinya, setiap kali musik digunakan untuk melatih model AI atau menghasilkan lagu baru, pemegang hak cipta akan menerima royalti.

Untuk mendukung sistem ini, perusahaan AI diwajibkan mengembangkan perangkat lunak pelacak, serupa dengan Content ID milik YouTube, yang mampu mengidentifikasi lagu yang digunakan dan frekuensi pemakaiannya.

Jika berhasil diterapkan, model ini bisa menjadi standar industri dan mengakhiri praktik penggunaan musik tanpa izin yang selama ini marak di dunia AI.

Mengakhiri Ketidakpastian Hukum dan Membangun Ekosistem Etis

Kesepakatan ini mencakup katalog artis global seperti Taylor Swift, Ariana Grande, dan Charli XCX, dan diposisikan sebagai fondasi model bisnis baru di industri musik.

Selama ini, pengembangan AI musik kerap menimbulkan sengketa hukum, dengan beberapa generator musik AI seperti Suno dan Udio digugat karena pelanggaran hak cipta
Universal dan Warner berharap kesepakatan ini dapat mengurangi konflik hukum dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan antara label musik dan perusahaan AI.

Langkah ini juga dianggap sebagai respons proaktif terhadap disrupsi teknologi, sekaligus pembelajaran dari era awal internet yang sempat mengguncang industri musik.

Sony Music, sebagai label besar ketiga, juga mengonfirmasi tengah berdiskusi dengan perusahaan AI yang berkomitmen melatih model secara etis dan memberikan manfaat nyata bagi artis serta penulis lagu mereka. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#google #YouTube #Universal Music Group #AI #kecerdasan buatan #royalti #spotify #Warner Music Group #perusahaan teknologi