Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Fakta Menarik Seputar Tardigrade, Hewan Terkuat di Bumi

Nofilawati Anisa • Selasa, 12 Maret 2024 | 01:48 WIB
KUAT: Tardigrade yang juga dikenal sebagai beruang air disebut sebagai hewan paling kuat di bumi. (SCIENTIFICAMERICAN)
KUAT: Tardigrade yang juga dikenal sebagai beruang air disebut sebagai hewan paling kuat di bumi. (SCIENTIFICAMERICAN)

RADAR SURABAYA – Jika ditanya mengenai binatang paling kuat di bumi, mungkin kebanyakan orang akan menjawab hewan karnivora.

Misalnya si penguasa hutan seperti singa dan harimau, atau hewan herbivora berbadan besar seperti badak dan gajah.

Namun nyatanya hewan mikroskopik yang disebut tardigrade atau beruang air inilah yang dapat bertahan di segala kondisi.

Anda bisa merebusnya, membekukannya, menghancurkannya, atau bahkan mengirimnya ke luar angkasa.

Namun tardigrade dapat bertahan hidup dari apa pun.

Hewan air berkaki delapan ini mungkin kecil, tapi mereka sangat tangguh.

Berikut fakta-fakta tentang tardigrade yang harus Anda ketahui:

1.Mungil tapi tangguh
Faktanya, invertebrata (hewan tak bertulang belakang) ini sangat kecil.

Bahkan saking kecilnya hanya bisa dilihat dengan miskroskop.

Mereka memiliki cakar seperti beruang dan gigi seperti belati yang mengoyak dan menghisap cairan dari lumut dan ganggang.

Mereka bahkan dijuluki “beruang air” karena kemiripannya dengan predator berbulu.

2.Tardigrades dapat ditemukan hampir di semua permukaan bumi
Dari puncak pegunungan Himalaya hingga ke dasar laut, dari Antartika yang sedingin es hingga ke sumber air panas yang menggelegak.

Makhluk mungil ini dapat bertahan hidup pada suhu ekstrem, mulai dari minus 328°F hingga 304°F.

Tardigrade hanya membutuhkan setetes air untuk berkembang.

3.Bisa hidup tanpa air dan makanan selama bertahun-tahun
Tanpa akses ke air, tardigrade akan meringkuk menjadi bola kering yang disebut ‘tun’.

Metabolisme mereka melambat hingga 0,01 persen dari keadaan normal, dan kandungan air mereka turun hingga kurang dari 1 persen.

Mereka dapat bertahan hidup dalam kondisi ini dengan mengganti air di dalam sel mereka dengan gula pelindung yang disebut trehalosa, yang menjaga sel mereka sampai air tersedia kembali.

Dengan begitu, tardigrade dapat bertahan hidup tanpa air dan makanan selama beberapa dekade.

Para ilmuwan menyebut jenis hibernasi ekstrem ini sebagai “kriptobiosis”.

Ketika mereka terpapar kembali dengan air, tardigrade dapat hidup kembali hanya dalam beberapa jam.

Faktanya, ketika lumut kering yang telah berada di museum selama seratus tahun dibasahi, tardigrade di dalam lumut tersebut merangkak keluar, dengan keadaan baik-baik saja.

4. Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengemil tanaman dan bakteri
Meskipun tardigrade dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrim, mereka tetap memiliki predator.

Nematoda (sejenis cacing), amuba, dan terkadang tardigrade juga dapat menjadi kanibal.

5.Dapat bertahan di bawah tekanan
Beberapa jenis tardigrade dalam sebuah tun dapat menangani tekanan setinggi 600 megapascal (MPa).

Tekanan tersebut hampir mencapai 6.000 atmosfer, atau 6.000 kali tekanan atmosfer bumi di permukaan laut.

Dan sekitar enam kali lebih tinggi daripada tekanan yang ditemukan di laut terdalam di dunia, Palung Mariana.

Bahkan tekanan setengahnya saja, 300 MPa, sudah bisa membunuh sebagian besar kehidupan multiseluler dan bakteri.

6.Beruang di luar angkasa
Tardigrades tidak hanya bertahan dalam kondisi ekstrem di bumi.

Mereka adalah hewan pertama yang bertahan hidup di ruang hampa (tidak ada udara), ledakan radiasi, dan suhu ruang angkasa yang sangat dingin.

Pada tahun 2007, para ilmuwan menempatkan makhluk-makhluk kecil ini ke dalam sebuah satelit dan menembaknya ke luar angkasa.

Di sana mereka mengapung di dalam wadah khusus yang berada 167 mil di atas permukaan laut selama 10 hari sebelum jatuh kembali ke bumi.

Setelah diperiksa, sebagian besar beruang air baik-baik saja, bahkan bertelur selama misi berlangsung.

Mereka selamat dari ledakan radiasi yang 700 kali lebih kuat dari sinar matahari di bumi.

Tardigrade membantu para ilmuwan memikirkan kembali apa yang mereka ketahui tentang hal yang diperlukan untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem-dan apa yang mungkin dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup di planet lain. (berbagai sumber/nad/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tardigrade #bumi #binatang paling kuat #mikroskop #karnivora #herbivora