30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Ratusan Orang Berdesakan di Pesta Halloween di Itaewon Korsel, 151 Orang Tewas

SEOUL – Tragedi pesta Halloween terjadi di Itaewon, sebuah distrik hiburan, kuliner dan rekreasi terkenal di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (29/10) malam. Festival Halloween yang disesaki kurang lebih seratus ribu pengunjung memakan korban.

Sampai berita ini diturunkan sekitar 151 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratuan lainnya luka-luka akibat sesak napas dan terluka karena berdesak-desakan dalam perayaan Halloween yang digelar di jalanan yang sempit.

Seorang pejabat dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional Seoul mengatakan, awalnya ada ratusan ribu pengunjung menghadiri festival Halloween di distrik Itaewon. Lantas pada pukul 22.00 waktu setempat, datang gelombang korban luka-luka.

Sebelumnya, lusinan orang sudah dilaporkan mengalami serangan jantung dan harus dilakukan CPR atau pacu napas buatan dengan kedua tangan pada bagian dada. Mereka dilakukan CPR di pinggir jalan karena situasi yang darurat.

Pejabat pemadam Badan Kebakaran Nasional Seoul menginformasikan bahwa jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah. Sebab, masih ada puluhan orang yang kritis di rumah sakit. Dilansir dari Daily Mail yang dikutip Jawapos.com, Minggu (30/10), terdapat 25 kantong jenazah yang umumnya berisi mayat remaja perempuan berusia 20-an.

Korban meninggal itu diduga akibat berdesak-desakkan dalam kerumunan dan dorong-dorongan di dalam gang sempit dekat Hamilton Hotel. Pada Sabtu malam itu memang sedang digelar pesta besar perayaan topeng dan kostum ala Halloween.

Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan ratusan orang, yang memadati gang sempit dan miring itu, terjepit serta tidak bisa bergerak. Sementara itu, para petugas penanganan darurat serta kepolisian berupaya untuk membebaskan mereka dari himpitan.

Gambar-gambar lain menunjukkan keadaan kacau ketika para petugas damkar dan warga menangani puluhan orang yang tampaknya tidak sadarkan diri. Sejumlah warga asing tampak berada di antara para korban yang dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Jumlah korban yang tinggi adalah akibat banyak yang terinjak-injak selama acara Halloween, korban masih bisa bertambah,” kata kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul Choi Seong-beom.

Berdasarkan pemberitaan di berbagai media nasional Korea, saat ini terdapat sekitar 151 korban jiwa dan hampir 100 korban luka. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan bertambah.

Menanggapi hal ini, Presiden Yoon Suk Yeol telah mengadakan rapat darurat dan memerintahkan aksi cepat tanggap kepada seluruh jajarannya untuk mengevakuasi para korban, mencegah terjadinya korban tambahan dan menjaga situasi di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan kamar jenazah didirikan di sebuah gedung di seberang lokasi kejadian. Sekitar 48 jasad kemudian terlihat diangkut dengan tandu-tandu beroda dan dipindahkan ke sebuah gedung pemerintah untuk diidentifikasi, menurut saksi mata tersebut.

Pesta Halloween itu merupakan yang pertama kalinya digelar dalam tiga tahun, setelah Korea Selatan mencabut pembatasan COVID-19 dan larangan berkumpul. Itaewon merupakan distrik yang populer di kalangan muda Korea Selatan dan warga asing. (jpc/ant/jay)

SEOUL – Tragedi pesta Halloween terjadi di Itaewon, sebuah distrik hiburan, kuliner dan rekreasi terkenal di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sabtu (29/10) malam. Festival Halloween yang disesaki kurang lebih seratus ribu pengunjung memakan korban.

Sampai berita ini diturunkan sekitar 151 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratuan lainnya luka-luka akibat sesak napas dan terluka karena berdesak-desakan dalam perayaan Halloween yang digelar di jalanan yang sempit.

Seorang pejabat dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional Seoul mengatakan, awalnya ada ratusan ribu pengunjung menghadiri festival Halloween di distrik Itaewon. Lantas pada pukul 22.00 waktu setempat, datang gelombang korban luka-luka.

Sebelumnya, lusinan orang sudah dilaporkan mengalami serangan jantung dan harus dilakukan CPR atau pacu napas buatan dengan kedua tangan pada bagian dada. Mereka dilakukan CPR di pinggir jalan karena situasi yang darurat.

Pejabat pemadam Badan Kebakaran Nasional Seoul menginformasikan bahwa jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah. Sebab, masih ada puluhan orang yang kritis di rumah sakit. Dilansir dari Daily Mail yang dikutip Jawapos.com, Minggu (30/10), terdapat 25 kantong jenazah yang umumnya berisi mayat remaja perempuan berusia 20-an.

Korban meninggal itu diduga akibat berdesak-desakkan dalam kerumunan dan dorong-dorongan di dalam gang sempit dekat Hamilton Hotel. Pada Sabtu malam itu memang sedang digelar pesta besar perayaan topeng dan kostum ala Halloween.

Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan ratusan orang, yang memadati gang sempit dan miring itu, terjepit serta tidak bisa bergerak. Sementara itu, para petugas penanganan darurat serta kepolisian berupaya untuk membebaskan mereka dari himpitan.

Gambar-gambar lain menunjukkan keadaan kacau ketika para petugas damkar dan warga menangani puluhan orang yang tampaknya tidak sadarkan diri. Sejumlah warga asing tampak berada di antara para korban yang dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Jumlah korban yang tinggi adalah akibat banyak yang terinjak-injak selama acara Halloween, korban masih bisa bertambah,” kata kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul Choi Seong-beom.

Berdasarkan pemberitaan di berbagai media nasional Korea, saat ini terdapat sekitar 151 korban jiwa dan hampir 100 korban luka. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan bertambah.

Menanggapi hal ini, Presiden Yoon Suk Yeol telah mengadakan rapat darurat dan memerintahkan aksi cepat tanggap kepada seluruh jajarannya untuk mengevakuasi para korban, mencegah terjadinya korban tambahan dan menjaga situasi di lokasi kejadian.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan kamar jenazah didirikan di sebuah gedung di seberang lokasi kejadian. Sekitar 48 jasad kemudian terlihat diangkut dengan tandu-tandu beroda dan dipindahkan ke sebuah gedung pemerintah untuk diidentifikasi, menurut saksi mata tersebut.

Pesta Halloween itu merupakan yang pertama kalinya digelar dalam tiga tahun, setelah Korea Selatan mencabut pembatasan COVID-19 dan larangan berkumpul. Itaewon merupakan distrik yang populer di kalangan muda Korea Selatan dan warga asing. (jpc/ant/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/