Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ikan Kecil Asal Afrika Mampu Memanjat Air Terjun Setinggi 15 Meter

M Firman Syah
Penulis: M Firman Syah❯

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Parakneria thysi: Ikan kecil dari Afrika yang mampu memanjat air terjun.
Parakneria thysi: Ikan kecil dari Afrika yang mampu memanjat air terjun.

RADAR SURABAYA – Fenomena unik ditemukan di Afrika, ketika seekor ikan berukuran kecil mampu memanjat air terjun setinggi sekitar 15 meter. Kemampuan ini tergolong langka karena sebagian besar ikan hanya mampu berenang melawan arus. Perilaku ini menarik perhatian para ilmuwan.

Ikan tersebut adalah shellear fish (Parakneria thysi), spesies kecil yang hidup di kawasan Cekungan Kongo bagian atas. Meski hanya berukuran 3–5 sentimeter, ikan ini mampu menaklukkan medan ekstrem. Mereka bergerak naik di permukaan bebatuan di balik derasnya air terjun.

Penelitian dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin Pacifique Kiwele Mutambala dari University of Lubumbashi, Republik Demokratik Kongo. Dalam pengamatan, ikan terlihat merayap perlahan di batu licin. Posisi mereka berada tepat di balik aliran air yang deras.

Penemuan ini sebelumnya telah lama menjadi cerita masyarakat lokal. Namun, fenomena tersebut baru berhasil dibuktikan secara ilmiah. Hal ini menjadi temuan penting dalam dunia biologi.

Untuk dapat bertahan, ikan menggunakan sirip dan tubuhnya untuk mencengkeram batu. Gerakannya dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Mereka terus merayap naik melawan tekanan air.

Kemampuan ini menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan ekstrem. Para peneliti menduga perilaku tersebut berkaitan dengan kebutuhan migrasi. Ikan kemungkinan mencari wilayah yang lebih aman atau sumber makanan yang lebih melimpah.

Penemuan ini juga penting dalam memahami keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Selain itu, menjadi dasar dalam upaya konservasi. Habitat alami ikan ini perlu dijaga dari ancaman aktivitas manusia.

Pembangunan bendungan dan pengalihan aliran air berpotensi mengganggu jalur migrasi. Hal ini dapat berdampak pada kelangsungan hidup spesies tersebut. Karena itu, perlindungan lingkungan menjadi hal penting.

Meski fenomena serupa pernah ditemukan di tempat lain, temuan di Afrika ini menjadi yang pertama terdokumentasi dengan baik di kawasan tersebut. Penelitian ini membuka wawasan baru tentang kemampuan adaptasi makhluk hidup. (shf/fir)

Advertisement

Artikel Terkait

Gajah Sumatera di Bengkulu Kini Dipantau Drone Thermal

Gajah Sumatera di Bengkulu Kini Dipantau Drone Thermal

Kementerian Kehutanan mulai menggunakan drone thermal untuk memantau populasi gajah sumatera liar di Bentang Alam Seblat, Bengkulu, tanpa mengganggu habitat satwa dilindungi tersebut.

Mengapa Sushi Mentah Tetap Digemari Ini Penjelasan di Baliknya

Mengapa Sushi Mentah Tetap Digemari Ini Penjelasan di Baliknya

Sushi tetap digemari meski sebagian variannya menggunakan ikan mentah. Tradisi kuliner Jepang, cita rasa umami, tekstur yang lembut, serta standar keamanan pangan yang ketat menjadi alasan makanan ini diminati.

Meningkatnya Pencemaran Mikroplastik, Puluhan Spesies Ikan Masih Ditemukan di Kali Surabaya dan Brantas

Meningkatnya Pencemaran Mikroplastik, Puluhan Spesies Ikan Masih Ditemukan di Kali Surabaya dan Brantas

Keprihatinan akan tingginya tingkat pencemaran mikroplastik, Sungai Brantas dan Kali Surabaya ternyata masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa serta secercah harapan besar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer