Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Korea Utara Uji Mesin Roket Canggih, Sinyal Kuat Percepat Program Rudal Global

R
Kim Jong Un menyatakan bahwa uji coba tersebut memiliki arti penting dalam upaya modernisasi kekuatan strategis negara tersebut.DW News/KENA/REUTERS
Kim Jong Un menyatakan bahwa uji coba tersebut memiliki arti penting dalam upaya modernisasi kekuatan strategis negara tersebut.DW News/KENA/REUTERS

Advertisement

RADAR SURABAYA - Korea Utara kembali menunjukkan ambisi militernya di kancah global.

Pemimpin negara tersebut, Kim Jong Un, mengawasi langsung uji coba mesin roket berbahan bakar padat berdaya dorong tinggi sebagai bagian dari penguatan program persenjataan strategis.

Seperti dikutip dari DW News, media pemerintah KCNA melaporkan, uji coba mesin roket tersebut merupakan bagian dari rencana pertahanan lima tahun Korea Utara. 

Advertisement

Mesin yang dikembangkan menggunakan material komposit serat karbon itu diklaim mampu menghasilkan daya dorong maksimum hingga 2.500 kilonewton.

Sayangnya, laporan tersebut tidak merinci waktu maupun lokasi pelaksanaan uji coba.

Pengembangan mesin roket berdaya dorong tinggi ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM).

Advertisement

Teknologi tersebut memungkinkan rudal diluncurkan lebih cepat, menjangkau jarak lebih jauh, serta lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan musuh.

Sejumlah analis menilai, peningkatan teknologi ini membuka peluang bagi Korea Utara untuk memperluas jangkauan serangan hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk wilayah daratan utama Amerika Serikat.

Analis dari Korea Institute for National Unification, Hong Min, menyebut uji coba ini sebagai bukti kuat tekad Pyongyang dalam mengembangkan sistem rudal yang mampu menjangkau target global.

Ini juga menjadi uji coba pertama mesin roket berdaya dorong tinggi sejak September lalu, ketika Korea Utara hanya menguji mesin dengan kapasitas dorong lebih rendah.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer