alexametrics
25 C
Surabaya
Monday, September 26, 2022

Ratu Elizabeth II Wafat, Pangeran Charles Naik Takhta Jadi Raja Inggris

JAKARTA – Ratu Elizabeth II dari Inggris wafat di usia 96 tahun, Kamis (8/9). Hal ini menandai berakhirnya pemerintahan monarkhi Kerajaan Inggris yang telah diembannya selama 70 tahun dan tercatat sebagai yang terlama. Sebagai penggantinya, Pangeran Charles, 73, akan naik takhta menggantikan sang Ibu menjadi Raja Inggris.

Seperti diberitakan CNN Indonesia yang mengutip dari AFP, ayah Pangeran Williams dan Pangeran Harry itu berada di garis pertama silsilah takhta Kerajaan Inggris untuk menggantikan Ratu Elizabeth II.

Elizabeth II naik takhta sejak 6 Februari 1952 di usia ke 26 tahun. Ia menjadi ratu sejak zaman perdana menteri Inggris, Sir Winston Churchil, hingga PM yang baru, Liz Truss. Elizabeth II lahir pada 21 April 1926 dengan nama Elizabeth Alexandra Mary di Bruton Street, London. Ia merupakan istri dari Pangeran Philip yang telah wafat pada 10 Juni 2021.

Pangeran Charles akan memulai babak baru pemerintahan Inggris di Istana St James London, di depan sebuah badan upacara yang dikenal sebagai Dewan Aksesi.

Anggotanya terdiri dari Dewan Penasihat, sekelompok anggota parlemen senior sejak dulu hingga sekarang, beberapa rekan, serta pegawai negeri senior, komisaris tinggi Persemakmuran, dan Wali Kota London.

Sebelumnya, Istana Buckingham mengonfirmasi Ratu Elizabeth II meninggal dunia lewat media sosial resmi. “Ratu meninggal dengan tenang di Istana Balmoral, sore ini,” cuit The Royal Family.

Kabar duka itu diberitakan tak lama setelah Istana Buckingham juga menerbitkan keterangan mengenai kondisi kesehatan Ratu yang mengkhawatirkan pada Kamis (8/9) siang waktu Inggris.

“Berdasarkan dari hasil evaluasi pagi ini (Kamis), para dokter Ratu mulai mengkhawatirkan kesehatan Yang Mulia (Ratu Elizabeth II) dan merekomendasikan agar ia tetap di bawah pemantauan medis,” keterangan dari pihak Istana.

Dokter istana menyebut sang Ratu menderita ‘masalah mobilitas episodik’ sejak akhir tahun lalu. Ratu Elizabeth sebelumnya juga sempat terkena Covid-19 pada Februari 2021.

Tak lama setelah pengumuman itu, para anggota keluarga kerajaan bertolak ke Istana Balmoral, Skotlandia, untuk berkumpul mendampingi sang Ratu. Hingga Istana Buckingham pada Kamis (8/9) sore mengumumkan Ratu Elizabeth II telah wafat.  (cnn/jpc/jay)

JAKARTA – Ratu Elizabeth II dari Inggris wafat di usia 96 tahun, Kamis (8/9). Hal ini menandai berakhirnya pemerintahan monarkhi Kerajaan Inggris yang telah diembannya selama 70 tahun dan tercatat sebagai yang terlama. Sebagai penggantinya, Pangeran Charles, 73, akan naik takhta menggantikan sang Ibu menjadi Raja Inggris.

Seperti diberitakan CNN Indonesia yang mengutip dari AFP, ayah Pangeran Williams dan Pangeran Harry itu berada di garis pertama silsilah takhta Kerajaan Inggris untuk menggantikan Ratu Elizabeth II.

Elizabeth II naik takhta sejak 6 Februari 1952 di usia ke 26 tahun. Ia menjadi ratu sejak zaman perdana menteri Inggris, Sir Winston Churchil, hingga PM yang baru, Liz Truss. Elizabeth II lahir pada 21 April 1926 dengan nama Elizabeth Alexandra Mary di Bruton Street, London. Ia merupakan istri dari Pangeran Philip yang telah wafat pada 10 Juni 2021.

Pangeran Charles akan memulai babak baru pemerintahan Inggris di Istana St James London, di depan sebuah badan upacara yang dikenal sebagai Dewan Aksesi.

Anggotanya terdiri dari Dewan Penasihat, sekelompok anggota parlemen senior sejak dulu hingga sekarang, beberapa rekan, serta pegawai negeri senior, komisaris tinggi Persemakmuran, dan Wali Kota London.

Sebelumnya, Istana Buckingham mengonfirmasi Ratu Elizabeth II meninggal dunia lewat media sosial resmi. “Ratu meninggal dengan tenang di Istana Balmoral, sore ini,” cuit The Royal Family.

Kabar duka itu diberitakan tak lama setelah Istana Buckingham juga menerbitkan keterangan mengenai kondisi kesehatan Ratu yang mengkhawatirkan pada Kamis (8/9) siang waktu Inggris.

“Berdasarkan dari hasil evaluasi pagi ini (Kamis), para dokter Ratu mulai mengkhawatirkan kesehatan Yang Mulia (Ratu Elizabeth II) dan merekomendasikan agar ia tetap di bawah pemantauan medis,” keterangan dari pihak Istana.

Dokter istana menyebut sang Ratu menderita ‘masalah mobilitas episodik’ sejak akhir tahun lalu. Ratu Elizabeth sebelumnya juga sempat terkena Covid-19 pada Februari 2021.

Tak lama setelah pengumuman itu, para anggota keluarga kerajaan bertolak ke Istana Balmoral, Skotlandia, untuk berkumpul mendampingi sang Ratu. Hingga Istana Buckingham pada Kamis (8/9) sore mengumumkan Ratu Elizabeth II telah wafat.  (cnn/jpc/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/