alexametrics
28 C
Surabaya
Wednesday, August 10, 2022

Mantan PM Shinzo Abe Ditembak Eks Pasukan Beladiri Jepang

TOKYO – Pemerintah Jepang mengutuk penembakan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, yang terjadi saat penjabat PM terlama di era pemerintahan Jepang modern itu sedang berkampanye untuk pemilihan majelis tinggi di Prefektur Nara, Jumat (8/7) siang.

Perdana Menteri Fumio Kishida, yang juga sedang berpidato di Perfektur Yamagata sebagai bagian dari kampanye pemilihan, segera diberi tahu tentang kejadian ini dan mengatakan akan segera kembali ke Kantor Perdana Menteri di Tokyo.

“Kami telah menginstruksikan semua anggota kabinet yang memberikan pidato di berbagai lokasi untuk segera kembali ke Tokyo,” ujarnya memberikan imbauan sebagai antisipasi ancaman serupa terhadap politisi lain.

Kishida menegaskan bahwa penembakan terhadap Shinzo Abe merupakan tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Ia mengutuk aksi penembakan itu karena terjadi dalam kampanye pemilihan yang menjadi salah satu elemen dasar demokrasi.

“Abe yang berusia 67 tahun berada dalam kondisi kritis,” kata Kishida seraya berdoa agar perdana menteri terlama di negara itu selamat dari insiden penembakan itu.

Abe menjabat PM Jepang pada 2006 hingga 2007, dan kemudian menjabat lagi pada 2012 sampai 2020, setelah partainya Demokratik Liberal (LDP) memenangi pemilu. Ia kemudian mengundurkan diri karena menderita penyakit usus kronis.

Kepala Sekretaris Kabinet, Hirokazu Matsuno, juga mengutuk keras aksi keji itu. “Tindakan keterlaluan semacam ini benar-benar tidak dapat ditoleransi, apa pun alasannya, dan saya sangat mengutuk tindakan ini,” kata Hirokazu Matsuno dalam laman resmi Kabinet Pemerintah Jepang di Tokyo, Jumat.

Ia menambahkan, pemerintah Jepang akan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menanggapi situasi tersebut. “Kondisi Pak Abe tidak diketahui secara jelas saat ini, kami akan terus bekerja untuk menginformasikan,” kata Hirokazu.

Petugas menangkap Yamagami, eks mariner dan pasukan Beladiri Jepang yang diduga menembak mantan PM Shinzo Abe di depan Stasiun Yamato Saidaiji di Kota Nara, Prefektur Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). (ANTARA FOTO/The Yomiuri Shimbun/via REUTERS/foc)

DITEMBAK MANTAN PASUKAN BELA DIRI

Mantan PM Jepang Shinzo Abe dilaporkan tertembak di bagian dada sebelah kiri ketika berkampanye di Perfektur/Provinsi Nara. Menurut laporan TBS Television, Abe terkena tembakan di bagian kiri dada dan di bagian leher.

Sebelumnya, stasiun penyiaran NHK mengatakan bahwa Abe tampaknya ditembak dengan senapan dari belakang oleh seorang pria. Kantor berita Kyodo mengatakan jantung Abe tampaknya berhenti berdetak ketika tokoh berusia 67 tahun itu dilarikan ke rumah sakit.

NHK menyebutkan bahwa sejumlah tembakan terdengar dan kepulan asap putih terlihat ketika Abe sedang menyampaikan pidato dalam rangka pemilihan anggota majelis tinggi di luar stasiun kereta api di kota kawasan barat Jepang tersebut.

Tersangka penembak Abe yang langsung ditangkap usai kejadian belakangan diketahui sebagai mantan anggota marinir Angkatan Laut Jepang dan anggota Pasukan Bela Diri. Ia adalah Tetsuya Yamagami, yang diringkus di lokasi penembakan atas tuduhan percobaan pembunuhan.

Yamagami adalah pria berusia 41 tahun dan merupakan warga kota Nara. Ia menembak Abe dengan senjata buatan sendiri. Diketahui motif pelaku karena kecewa dengan Abe saat masih menjabat sebagai PM. Niat Yamagami membunuh Abe sudah ada sejak lama.

Menurut polisi, Abe ditembak dari belakang ketika menyampaikan pidato di depan stasiun kereta api Yamato-Saidaiji, bagian dari perusahaan KA Kintetsu Railway. Abe terkena luka tembak di dada dan tenggorokan.

Abe jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri setelah dua tembakan terdengar. Sosok berusia 67 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter dalam keadaan berlumuran darah di kemejanya. Ia juga dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda vital fungsi tubuh. Detak jantungnya pun berhenti.

Dari Nusa Dua, Bali, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan simpati mendalam pemerintah RI atas penembakan terhadap Shinzo Abe. Pernyataan simpati disampaikan Menlu Retno kepada Menlu Jepang, Yoshimasa Hayashi, ketika memimpin sesi pertama Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7).

Mewakili para menlu G20, Retno menyatakan turut mendoakan pemulihan dan kesembuhan Shinzo Abe. “Menlu RI menyampaikan bahwa saat ini mengetahui Shinzo Abe dalam kondisi terluka dan berada dalam penanganan intensif,” tulis Kementerian Luar Negeri melalui akun Twitter-nya. (jpc/ant/jay)

TOKYO – Pemerintah Jepang mengutuk penembakan terhadap mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, yang terjadi saat penjabat PM terlama di era pemerintahan Jepang modern itu sedang berkampanye untuk pemilihan majelis tinggi di Prefektur Nara, Jumat (8/7) siang.

Perdana Menteri Fumio Kishida, yang juga sedang berpidato di Perfektur Yamagata sebagai bagian dari kampanye pemilihan, segera diberi tahu tentang kejadian ini dan mengatakan akan segera kembali ke Kantor Perdana Menteri di Tokyo.

“Kami telah menginstruksikan semua anggota kabinet yang memberikan pidato di berbagai lokasi untuk segera kembali ke Tokyo,” ujarnya memberikan imbauan sebagai antisipasi ancaman serupa terhadap politisi lain.

Kishida menegaskan bahwa penembakan terhadap Shinzo Abe merupakan tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Ia mengutuk aksi penembakan itu karena terjadi dalam kampanye pemilihan yang menjadi salah satu elemen dasar demokrasi.

“Abe yang berusia 67 tahun berada dalam kondisi kritis,” kata Kishida seraya berdoa agar perdana menteri terlama di negara itu selamat dari insiden penembakan itu.

Abe menjabat PM Jepang pada 2006 hingga 2007, dan kemudian menjabat lagi pada 2012 sampai 2020, setelah partainya Demokratik Liberal (LDP) memenangi pemilu. Ia kemudian mengundurkan diri karena menderita penyakit usus kronis.

Kepala Sekretaris Kabinet, Hirokazu Matsuno, juga mengutuk keras aksi keji itu. “Tindakan keterlaluan semacam ini benar-benar tidak dapat ditoleransi, apa pun alasannya, dan saya sangat mengutuk tindakan ini,” kata Hirokazu Matsuno dalam laman resmi Kabinet Pemerintah Jepang di Tokyo, Jumat.

Ia menambahkan, pemerintah Jepang akan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menanggapi situasi tersebut. “Kondisi Pak Abe tidak diketahui secara jelas saat ini, kami akan terus bekerja untuk menginformasikan,” kata Hirokazu.

Petugas menangkap Yamagami, eks mariner dan pasukan Beladiri Jepang yang diduga menembak mantan PM Shinzo Abe di depan Stasiun Yamato Saidaiji di Kota Nara, Prefektur Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). (ANTARA FOTO/The Yomiuri Shimbun/via REUTERS/foc)

DITEMBAK MANTAN PASUKAN BELA DIRI

Mantan PM Jepang Shinzo Abe dilaporkan tertembak di bagian dada sebelah kiri ketika berkampanye di Perfektur/Provinsi Nara. Menurut laporan TBS Television, Abe terkena tembakan di bagian kiri dada dan di bagian leher.

Sebelumnya, stasiun penyiaran NHK mengatakan bahwa Abe tampaknya ditembak dengan senapan dari belakang oleh seorang pria. Kantor berita Kyodo mengatakan jantung Abe tampaknya berhenti berdetak ketika tokoh berusia 67 tahun itu dilarikan ke rumah sakit.

NHK menyebutkan bahwa sejumlah tembakan terdengar dan kepulan asap putih terlihat ketika Abe sedang menyampaikan pidato dalam rangka pemilihan anggota majelis tinggi di luar stasiun kereta api di kota kawasan barat Jepang tersebut.

Tersangka penembak Abe yang langsung ditangkap usai kejadian belakangan diketahui sebagai mantan anggota marinir Angkatan Laut Jepang dan anggota Pasukan Bela Diri. Ia adalah Tetsuya Yamagami, yang diringkus di lokasi penembakan atas tuduhan percobaan pembunuhan.

Yamagami adalah pria berusia 41 tahun dan merupakan warga kota Nara. Ia menembak Abe dengan senjata buatan sendiri. Diketahui motif pelaku karena kecewa dengan Abe saat masih menjabat sebagai PM. Niat Yamagami membunuh Abe sudah ada sejak lama.

Menurut polisi, Abe ditembak dari belakang ketika menyampaikan pidato di depan stasiun kereta api Yamato-Saidaiji, bagian dari perusahaan KA Kintetsu Railway. Abe terkena luka tembak di dada dan tenggorokan.

Abe jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri setelah dua tembakan terdengar. Sosok berusia 67 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter dalam keadaan berlumuran darah di kemejanya. Ia juga dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda vital fungsi tubuh. Detak jantungnya pun berhenti.

Dari Nusa Dua, Bali, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan simpati mendalam pemerintah RI atas penembakan terhadap Shinzo Abe. Pernyataan simpati disampaikan Menlu Retno kepada Menlu Jepang, Yoshimasa Hayashi, ketika memimpin sesi pertama Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7).

Mewakili para menlu G20, Retno menyatakan turut mendoakan pemulihan dan kesembuhan Shinzo Abe. “Menlu RI menyampaikan bahwa saat ini mengetahui Shinzo Abe dalam kondisi terluka dan berada dalam penanganan intensif,” tulis Kementerian Luar Negeri melalui akun Twitter-nya. (jpc/ant/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/