Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kampung Tambak Bayan: Tempat Pelarian Aria Tambakbaya dari Pajang

Administrator • Selasa, 11 April 2023 | 21:50 WIB
TERTULIS DALAM BABAD: Diduga Kampung Tambak Bayan dulunya merupakan rumah kediaman Adipati Tambakbaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
TERTULIS DALAM BABAD: Diduga Kampung Tambak Bayan dulunya merupakan rumah kediaman Adipati Tambakbaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Masyarakat Surabaya sudah tidak asing dengan Kampung Tambak Bayan yang lokasinya di sebelah selatan kawasan Tugu Pahlawan. Kawasan ini disebut-sebut tempat pelarian kaum bangsawan keturunan seorang adipati bergelar Ngabehi Aria Tambakbaya.

Ketua Komunitas Begandring Soerabaia Nanang Purwono mengatakan, pada tahun 1617, saat Mataram Islam diperintah Sultan Agung Hanyakrakusuma, terjadi pemberontakan besar penguasa Pajang yang hendak melepaskan wilayahnya dari cengkeraman Mataram.

Adipati Pajang mempunyai seorang bawahan bernama Ngabehi Tambakbaya, seorang yang sangat gagah dan sakti. “Serat Kandha mengisahkan bahwa Ngabehi Tambakbaya atau Aria Tambakbaya merupakan pemimpin pasukan Pajang," ujarnya, Minggu (9/4)

Nanang mengatakan, tentang tokoh Tambakbaya yang gagah berani tersebut, sebuah catatan dari Valentijn dalam buku Oud en Niew (jilid IV, halaman 40) menyebutkan twee myl bewesten deze stad (jagaraga) legt het stedeken Tambicbaya. Yang artinya Adipati Pajang mempunyai seorang bawahan bernama Ngabehi Tambakbaya, seorang yang sangat gagah dan sakti.

“Dua mil sebelah barat kota ini (jagaraga) terletak kota bernama Tambicbaya, yang pada peta Valetijn wilayahnya digambarkan sebesar Madiun, Jagaraga, Ponorogo,” terangnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, peta tahun 1678 juga ditemukan peta Tambakbaya. “Namun kini tidak terlihat bekas kejayaan Tambakbaya, seakan kini menjadi daerah tak berarti,” ujarnya.

Larinya tokoh Tambakbaya ke Surabaya saat kekalahan Pajang tahun 1618 yang terekam dalam Babad Sangkala, diberi kedudukan yang penting, dan tempat tinggal tidak jauh dari Keraton Surabaya.

Hubungan Tambakbaya dengan keturunan penguasa Surabaya, diperkuat berita dalam Padmasoesastra (Sadjarah, generasi 217), bahwa Adipati Tambakbaya yang bergelar Adipati Sanjata menikah dengan putri Surabaya (putri Jayalangkara), yang bergelar Ayu Adipati Tambakbaya. Sehingga Tambakbaya menjadi ipar Pangeran Pekik.

“Diduga Kampung Tambak Bayan, dulunya merupakan rumah kediaman Adipati Tambakbaya/Adipati Sanjata. Pada peta 1866 nama Kampung Tambak Bajan sudah tersebut." (mus/nur) Editor : Administrator
#Kerajaan Pajang #Kerajaan Mataram #Kampung Tambak Bayan #Tempat Pelarian #Aria Tambakbaya