Dua meriam ini tidak langsung berada di sana (Polrestabes Surabaya). Meriam dengan kaliber 13,5 sentimeter dan memiliki panjang 288 sentimeter ini pertama kali ditemukan di asrama polisi Jalan Kalisosok. Ketika itu, lokasi ini dilakukan pembongkaran sekitar tahun 2008. Pembongkaran asrama yang saat ini menjadi kantor PT Telkom tersebut membuahkan dengan ditemukannya meriam ini.
"Ada delapan buah meriam dan empat bola besi terkubur di lokasi tersebut," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan.
Temuan ini mengejutkan, karena meskipun sudah lama menjadi asrama polisi, namun penghuninya tidak pernah tahu ada meriam tersebut. Temuan ini akhirnya dibawa ke Balai Pelestarian Cagar Budaya di Trowulan. "Ini dikirim untuk diteliti lagi," jelasnya.
Hingga akhirnya, Polrestabes Surabaya meminta tiga meriam untuk dijadikan museum hidup. Dua meriam ditaruh di Mapolrestabes Surabaya. Sementara satu meriam ditaruh di depan Polsek Bubutan dijadikan monumen.
"Banyak meriam lain yang ditemukan selain di asrama polisi. Pada abad ke-18 memang masih menggunakan meriam ini, pada abad ke-19 sudah tidak digunakan lagi. Jenisnya sama dengan meriam Si Jagur di Jakarta," tuturnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek