RADAR SURABAYA - Wilayah kota Surabaya pernah dilebarkan untuk menampung pertumbuhan dan kebutuhan kota.
Sejumlah benteng dibangun yang dilengkapi dengan tembok kota.
Menurut peta Surabaya lama tahun 1866 dan 1897, luas dan batas tembok kota meliputi jalan sebelah timur Monumen Pertempuran Surabaya di kompleks Jembatan Merah Plaza hingga Jalan Jembatan Merah sebagai batas tembok timur.
Lalu Jalan Cendrawasih dan Jalan Merak batas tembok selatan, Jalan Krembangan Timur, memotong Jalan Rajawali dan lurus ke utara hingga ujung Jalan Garuda batas tembok barat, serta situs tembok utara yang berada di jalan Garuda dan bertemu ujung utara jalan di timur sekitar Monumen Pertempuran Surabaya.
Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan, pembangunan kota di selatan Benteng Belvedere juga dilengkapi tembok kota.
"Pembangunan kota di selatan Benteng Belvedere juga dilengkapi tembok kota yang menjadi tembok kota pertama di Surabaya," tuturnya.
Fasilitas utama di dalam tembok kota ini adalah untuk kebutuhan pertahanan dan perdagangan.
"Maka pengembangan kota itu terdapat bangunan dan fasilitas kota yang berupa kantor-kantor administratur militer, rumah sakit militer, kantin militer, barak militer, bengkel persenjataan, bengkel konstruksi artillery, dan penjara. Juga terdapat kantor-kantor dagang, gudang-gudang hingga kantor bea cukai," ujarnya.
Di tangan Gubernur Jenderal Cornelis Speelman, tidak hanya Benteng Belvedere dengan segala kelengkapan di dalamnya, namun juga perluasan wilayah kota.
Maka dilebarkan wilayah kota agar bisa menampung pertumbuhan dan kebutuhan kota.
"Pembangunan kota di sebelah selatan Benteng Belvedere ini juga dilengkapi dengan tembok kota," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa