Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kawasan Bambu Runcing, Dulu Embong Macan Tempat Kongkow Para Makelar Mobil Bekas Surabaya Raya

Lambertus Hurek • Rabu, 17 April 2024 | 17:05 WIB
Monumen Bambu Runcing di kawasan Embong Macan, Surabaya (IST).
Monumen Bambu Runcing di kawasan Embong Macan, Surabaya (IST).

RADAR SURABAYA - Salah satu tetenger atau landmark di Surabaya adalah Monumen Bambu Runcing. Monumen di dekat Taman Ade Irma Suryani Nasution itu dibangun pada tahun 1981.

Bambu runcing menjadi ikon senjata Arek-Arek Suroboyo dalam melawan sekutu dalam perang untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Monumen itu diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Timur H. Prijosoedarmo pada 25 Mei 1981.

Keberadaan monumen Bambu Runcing menjadi salah satu ikon Kota Surabaya. Selain itu, Monumen Bambu Runcing ini mudah ditemukan karena terletak di jantung Kota Surabaya, di lalu lalang kendaraan.

Tempo doeloe pada zaman Hindia Belanda kawasan itu lebih dikenal sebagai Kebon Matjan. Tamannya masih sangat luas. Bahkan ada lapangan bola voli standar nasional di situ.

Sepeninggal Belanda, kawasan Kebon Matjan biasa disebut Embong Macan. Dulu dijadikan tempat jual beli mobil-mobil bekas. "Sangat ramai transaksi mobil bekas di Embong Macan," kata Choirul, mantan pedagang mobil bekas di Embong Macan.

Dianggap mengganggu keindahan kota serta arus lalu lintas, Pemkot Surabaya kemudian melarang para pedagang dan makelar mobil bekas berjualan di situ. Taman Ade Irma Suryani (TAIS) Nasution di depan Bambu Runcing pun dipercantik.

Meski sudah puluhan tahun ganti nama menjadi Jalan TAIS Nasution dengan ikon Bambu Runcing, orang-orang lama di Surabaya masih menyebut kawasan itu dengan Embong Macan. Sekaligus nostalgia para makelar mobil bekas. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#mobil bekas embong macan #Embong Macan #Kebon Matjan Surabaya #monumen bambu runcing