Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini 6 Strategi Pemkot Surabaya Kembangkan Wisata Suroboyo Kutho Lawas di Kampung Eropa, Bikin Takjub!

Hildan Sepka • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 15:33 WIB
DIKEMBANGKAN: Kawasan utara Surabaya kaya akan peninggalan heritage yang menjadi andalan pariwisata Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
DIKEMBANGKAN: Kawasan utara Surabaya kaya akan peninggalan heritage yang menjadi andalan pariwisata Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemkot Surabaya tengah berupaya mengembangkan potensi pariwisata. Salah satunya adalah sektor heritage yang menjadi andalan. Konsepnya adalah Suroboyo Kutho Lawas.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian Mahardono mendukung upaya itu.

Pihaknya mengerjakan revitalisasi Kampung Eropa. Ada beberapa titik yang menjadi perhatian. "Sudah ada pengerjaan minor hari ini (kemarin, Red)," ujarnya.

Kawasan utara itu terbagi menjadi beberapa zona. Patokannya adalah ikon Surabaya, Jembatan Merah itu.

Katanya, sisi barat Jembatan Merah merupakan wilayah yang bakal disulap menjadi Kampung Eropa. "Ada sekitar empat zona pengembangan wisata heritage," ucapnya.

Iman menjelaskan, terdapat enam strategi pengembangan zona tematik Eropa. Antara lain peningkatan Koridor Rajawali, Taman Sejarah, gedung Internatio dan Jembatan Merah Plaza (JMP), Jembatan Merah, Koridor Veteran, hingga Heritage Trail. Enam titik itu bakal ada pengembangan.

"Misalnya, Jembatan Merah ada peningkatan kualitas visual, Koridor Veteran ada kegiatan baru yang ditambah, dan Taman Sejarah digunakan untuk transit hub dan tourism information center," paparnya.

Pengerjaan itu mulai dicicil. Iman tengah memperbaiki skala minor di Taman Sejarah. Yakni, pembuatan toilet dan penataan perparkiran.

"Sekarang lagi melebarkan akses biar tamannya lebih terbuka," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengungkapkan, kendati Kota Pahlawan tidak memiliki unsur alam, tapi ada sektor yang masih bisa dikembangkan.

Yaitu sektor heritage. Itu mendominasi dan memiliki potensi kuat. "Perlu kita create lebih optimal," paparnya.

Menurutnya, zona Eropa terdapat belasan daya tarik wisatawan. Semuanya dalam bentuk peninggalan gedung bekas masa kolonial yang sekarang sudah beralih fungsi.

Dia menyebut ada sekitar 11 gedung, antara lain Gedung Internatio, Gedung Cerutu dan Arcadia, Pabrik Limun dan Sirup, Polrestabes Surabaya, PTPN XI, Museum De Javasche Bank, Penjara Kalisosok, Jembatan Merah, Taman Sejarah, Pos Bloc, dan kawasan pemukiman utara eks penjara Kalisosok.

"Zona ini paling luas di antara yang lain, seperti Zona Arab, Zona Melayu, dan Pecinan. Nantinya ada alternatif moda transportasi. Seperti persewaan kendaraan, becak, hingga sepeda," bebernya.

Wiwiek menyampaikan, Pos Bloc atau Kantor Pos Kebonrojo bakal mengusung konsep baru. Inspirasinya dari M Bloc, Jakarta. Rencananya menjadi open and creative hub.

"Rencana November, harapannya bisa memantik pengunjung. Sehingga menjadi pilihan destinasi warga. Tidak hanya terkonsentrasi di Tunjungan," imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#jalan rajawali #wisata heritage #Surabaya heritage #pemkot surabaya #kampung eropa