SURABAYA - Pabrik bir di Jalan Ratna, Ngangel sejak awal berdiri merupakan terbesar di Jawa Timur. Sejarah mencatatkan pabrik itu menjadi pabrik bir milik orang Eropa yang satu-satunya di Jawa Timur.
Menurut pengamat sejarah Handinoto, ketika para pemegang saham sepakat untuk membuat pabrik bir, mereka kemudian memanggil arsitektur untuk membuat bangunan yang cocok untuk produksi bir. Bangunan yang dibuat sekitar tahun 1937 itu memiliki ke ciri berbetuk setengah lingkaran di bagian depan yang digunakan untuk kantor.
"Bagian depan untuk kantor dengan bentuk terbuka setengah lingkaran itu yang masih jelas hingga saat ini," kata Handinoto kepada Radar Surabaya.
Sedangkan untuk bagian atas dengan kuda-kuda dari rangka baja. Secara keseluruhan bangunan itu konstruksinya menggunakan berbagai macam. Handinoto menyebut, konstruksi ada yang menggunakan beton, kolomnya menggunakan balok. Dan bagian lantai untuk kantor terbuat dari keramik.
"Kalau keseluruhan atapnya baik kantor maupun pabriknya menggunakan kuda-kuda dari rangka baja," terang dosen Arsitektur UK Petra itu.
Letak pabrik bir sendiri di belakang kantor. Sangat luas. Karena bangunan itu memiliki fungsi penyimpanan, produksi bir, hingga pencetakan botol bir sendiri. Kondisi bangunan pabrik tentu berbeda dengan kantor.
"Kalau pabriknya tembok terus atapnya tinggi, dan lantai tidak menggunakan keramik. Hanya menggunakan plesteran. Karena fungsinya untuk produksi," ujarnya.
Selama digunakan sebagai pabrik bir, bangunan itu tidak mengalami renovasi dan tetap kokoh. Namun setelah tidak digunakan karena perpindahan pabrik ke Mojokerto sekitar 1995 dan mengikuti perkembangan zaman. Pabrik bir akhirnya berubah wujud.
"Yang dirubah tetap bagian belakang yaitu pabriknya. Kalau tembok-tembok yang mengelilingi pabrik itu tetap berdiri termasuk kondisi kantor depan," pungkasnya. (bersambung/rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto